KOTABUMI (Lampost.co)--Program gerakan seniman masuk sekolah (GSMS) 2019 yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Kabupaten Lampung Utara ditargetkan akan melakukan pembelajaran berkesenian di 21 Sekolah SD dan SMP.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara, Nani Rahayu, di ruang kerjanya, Jumat (28/6/2019), mengatakan program GSMS yang menghadirkan pelaku seni dengan berbagai bidang kompetensi. Seperti; tari, musik, teater, seni rupa, seni media baru atau sastra di sekolah untuk melatih siswa dalam berkesenian yang diinisiasi  Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud di Lampura akan diterapkan di 21 sekolah SD dan SMP.  



Menurutnua, program yang baru dilaksanakan ini, ditujukan untuk membantu dan memfasilitasi keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya yang selama ini menjadi kendala di satuan pendidikan SD, SMP, SMA. Selain itu, melalui gerakan ini diharapkan akan menjaring seniman muda berbakat di sekolah-sekolah setempat. 

"Seni merupakan bagian elemen pendidikan penting bagi kemajuan suatu bangsa karena akan memperkuat karakter peserta didik untuk maju, berkembang dan berinovasi. Hanya saja, ada keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru berkesenian sekaligus sebagai pelaku seni dan ini yang menjadikan kegiatan ekstrakulikuler tersebut mandek. Dengan program GSMS diharapkan akan menjangkau sekolah-sekolah yang belum dapat menyelenggarakan ekstrakulikuler seni tersebut" ujarnya pada Lampost.co.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR