KALIANDA (Lampost.co) -- Gerai ponsel dan pulsa milik milik Ismail, warga Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dibobol maling. Akibatnya, pemilik gerai dan pulsa di Desa Kalirejo, Kecamatan Palas itu alami kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Ismail memperkirakan gerai ponsel dan pulsa Smile Cell itu dibobol pada Selasa, 8 Oktober 2019, malam. Ia baru mengetahui kejadian tersebut ketika siang harinya saat hendak membuka gerai. Kemudian, kondisi pintu gerai terbuka dan atap asbes gerai pecah.



"Tadi pagi saat saya mau buka, pintu gerai bagian belakang sudah kebuka. Lalu, ada tangga yang diduga kuat untuk memanjat atap asbes yang sudah dirusak pelaku," kata dia saat ditemui digerai tersebut, Rabu, 9 Oktober 2019.

Ismail menjelaskan barang jualannya yang dibawa kabur pelaku, yakni ponsel android senilai Rp900 ribu (5 ponsel), powerbank senilai Rp400 ribu (8 ponsel), powerbank senilai Rp250 ribu sebanyak (6 powerbank), powerbank senilai Rp150 ribu (6 powerbank) sound system seharga Rp4 juta, CCTV Portible Rp1 juta dan handfree Rp800 ribu.

"Powerbank yang banyak diambil ada sekitar Rp5,1 juta. Kalau kerugian keseluruhannya berkisar Rp15 jutaan. Untung ponsel yang Harganya satuannya mencapai jutaan rupiah saya bawa pulang," kata dia.

Menurut Ismail peristiwa naas yang dialaminya sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Dia berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti dan segera ungkap pembobolan gerai tersebut. "Harapan saya Polsek Palas dapat mengungkap pelaku yang bobol gerai kami. Yang penting, jangan masuk angin. Artinya kasus ini didiamkan saja," kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Palas Iptu. M. Sariakip saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggam tidak merespon, walaupun ponsel pintarnya dalam keadaan aktif.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR