BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa berkekuatan 6,0 skala Richter (SR) di Kabupaten Jembrana, Bali, membuat sejumlah bangunan rusak. Ada delapan laporan kerusakan yang diterima BMKG. 
 
"Genting Alfamart berjatuhan, genting Kantor BMKG Wilayah III berjatuhan, dan kaca pecah," kata Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Tiar Prasetya, Selasa (16/7/2019). 
 
Pura Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar yang berada di Taman Kota dan Candi Bentar juga rusak. Tembok SD Ingatan Badung pun retak dan tembok rumah nonpermanen di Desa Sumber Agung, Pelanggaran, Banyuwangi, roboh. 
 
"Pintu masuk Nusa Dua (Candi Bentar) patah bagian atas, rusak runtuh. Genteng di SMP 2 Kita Selatan dan SDN 1 Kutuh, Kuta Selatan, berjatuhan," tambah Tiar. 
  
Sekitar pukul 07.18 WIB, Jembrana diguncang gempa sebanyak dua kali. Gempa berkekuatan 6,0 SR dan 5,8 SR.
 
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Jembrana. Pusat gempa ada di kedalaman 104 kilometer.
 
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Badung dengan kekuatan V modified Mercalli intensity (MMI). Getaran di Nusa Dua berkekuatan IV-V MMI. Getaran Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat berkekuatan IV MMI.
 
Getaran Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara berkekuatan III MMI, dan Jember, Lumajang, II- III MMI. Sementara itu, semakin tinggi MMI atau skala Mercalli, getaran dan daya hancur gempa makin terasa.
 
Pada II MMI contohnya, getaran dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara itu, V MMI berarti getaran dirasakan hampir semua penduduk hingga barang-barang terpelanting.

 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR