GEMPA berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR)melanda kota pantai Hualien Taiwan pada Kamis 18 April, kata Biro Cuaca Pusat Taiwan. Akibatnya mengguncang bangunan dan menghentikan sementara layanan kereta bawah tanah di Ibu Kota Taipei. Gempa itu melanda sekitar pukul 13.00 siang waktu setempat di Hualien timur, pada kedalaman sekitar 19 kilometer. Seorang pejabat biro cuaca mengatakan itu adalah gempa terbesar yang melanda pulau itu tahun ini.

Di Taipei, bangunan bergoyang keras sementara beberapa anak sekolah yang panik melarikan diri dari ruang kelas mereka di wilayah Yilan timur, menurut laporan. Dua orang, termasuk seorang turis Malaysia, terluka oleh batu-batu yang berjatuhan di Hualien, seorang pejabat di dinas pemadam kebakaran daerah mengatakan kepada AFP, seraya menambahkan bahwa departemen itu berencana mengirim petugas medis dengan helikopter.



Presiden Tsai Ing-wen mengatakan layanan kereta berkecepatan tinggi di Taiwan utara, antara Taipei dan kota tetangga Taoyuan, telah ditangguhkan sementara. Di laman Facebook resminya, Tsai mengatakan dia minta pejabat "untuk mengumpulkan informasi dari mana saja untuk memeriksa apakah ada kerusakan, dan jika demikian, guna bereaksi sesegera mungkin".

Akibat guncangan yang hebat, operasi MRT pun dihentikan sementara. Pihak kepolisian pun sudah menutup stasiun MRT dan melakukan penjagaan. Media setempat mengatakan gempa itu terasa di seluruh pulau, dan jalan raya yang menghubungkan Yilan dan Hualien ditutup karena batu yang jatuh.

"Gempa itu bisa dirasakan selama 33 detik, yang dianggap cukup lama. Itu bisa dirasakan di seluruh Taiwan dan ini adalah gempa pertama di atas kekuatan 6,0 tahun ini," kata Chen Kuo-chang, direktur pusat seismologi biro, disitat dari laman Channel News Asia, Kamis 18 April 2019. Tidak ada laporan segera kerusakan serius atau korban jiwa. Badan Survei Geologi AS sebelumnya menyebutkan besarnya gempa 6,4 SR, tetapi direvisi menjadi 6,0 SR. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa warga yang tinggal di dekat pantai mungkin mewaspadai beberapa efek pada permukaan laut, tetapi mengatakan tidak akan ada tsunami.

"Karena gempa bumi ini, wilayah pesisir Jepang mungkin mengamati sedikit perubahan pada permukaan laut, tetapi tidak ada kekhawatiran tentang kerusakan," kata badan itu.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR