KALIANDA (Lampost.co) -- Gelombang Laut di perairan pesisir Lampung Selatan, masih tinggi hingga mencapai 1,5 meter. Akibatnya, para nelayan pesisir pantai di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa masih enggan melaut.

Tingginya gelombang laut saat ini Sangat di khawatirkan oleh beberapa nelayan di kecamatan Kalianda dan Kecamatan Rajabasa. Sebab, cuaca ekstrem yang berkepanjangan membuat nelayan kehilangan mata pencaharian.



Seperti yang diungkapkan, Jahri (47) salah satu nelayan di Desa Maja, Kecamatan Kalianda mengatakan, gelombang laut yang tinggi sejak tiga pekan terakhir membuat dirinya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena penghasilan ikan yang tidak menentu.

"Sudah hampir satu bulan mas saya tidak melaut karena gelombangnya terlalu tinggi. Jika di paksakan melaut, maka beresiko sekali untuk saya dan kawan-kawan nelayan lainnya. Kalau begini terus gimana saya mencari nafkah. Soalnya, satu-satunya mata pencaharian saya adalah mencari ikan," katanya, Minggu (29/7/2018).

Hal yang sama dikatakan Agus Abidin (39) nelayan dari Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa. Dia mengatakan tingginya gelombang laut juga di alami masyarakat nelayan di wilayahnya. Sehingga para nelayan banyak yang enggan melaut.

"Diwilayah kami ombak memang lebih tinggi dari biasanya mungkin yang paling tinggi mencapai 1,5 meter. Saat menghisi libur saya memperbaiki peralatan nelayan saya. Sekerang peralatan sudah siap tapi cuaca masih buruk, kalau terlalu lama libur saya khawatir persediaan rumah habis," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR