MENGGALA (Lampost.co) -- Sebanyak 189 bungkus boraks disita aparat Kepolisian Sektor Banjaragung dan BPOM Tulangbawang dari pedagang saat melaksanakan operasi pasar di Pasar Unit ll, Banjaragung, Kamis (16/5/2019).

Selain menyita 189 bungkus boraks, dalam operasi pasar tersebut turut ditemukan adanya pedagang nakal yang menjual susu fullcream tidak layak konsumsi atau kadaluwarsa.



Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin membeberkan terdapat sejumlah toko yang kedapatan menjual borak yang didapati 189 pak boraks. Selain kedapatan menjual borak di salah satu toko juga ditemukan satu kaleng susu Cap Enak masih terpampang di dalam toko yang berada di Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung.

"Semua borak tadi kita sita. Untuk sementara pedagang kita beri teguran dan diingatkan agar tidak menjual lagi bahan kimia berbahaya itu. Kita juga masih menyelidiki dari mana asal barang itu, karena pengakuan pedagang ada sales yang nganter borak itu ke toko mereka," kata Rahmin.

Sementara itu, Kepala Loka POM Tulangbawang Tuti Nurhayati menjelaskan operasi pasar bertujuan untuk memastikan makanan yang dijual pedagang memenuhi standar kesehatan dan bebas dari bahan zat kimia berbahaya.

Tuti mengaku dari hasil uji kit 37 sample makanan siap saji seperti kue lebaran, kerupuk, tahu, dan mie yang dilakukan di mobil laboratorium keliling. Pihaknya menemukan tiga jenis makanan positif mengandung zat kimia berbahaya. "Tadi ada tiga makanan positif mengandung zat kimia berbahaya yakni kerupuk dan serbuk rajawali positif mengandung borak, serta kerupuk singkong yang positif menggunakan pewarna tekstil rhodamin. Semuanya langsung kita sita," kata dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR