BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang menjatuhkan vonis pidana selama 3 tahun penjara atas perkara penipuan dan penggelapan yang dilakukan Ahmad Romadon (26) warga Jalan PU, RT 008/RW 001, Kelurahan Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (17/7/2018).

Hakim Ketua Novian Saputra didamping dua Hakim Anggota Samsudin dan Yus Enidar di persidangan mengatakan terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dalam Pasal 374 KUHP tentang penipuan.



Penipuan yang dilakukan terdakwa bermula pada saat diangkatnya terdakwa menjadi staf bendahara di Yayasan Temanggung Jaya Abadi sejak 2014 hingga 2017 oleh ketua yayasan. Tugas dan tanggungjawab terdakwa menerima pembayaran dari orang tua wali murid secara rutin, melaporkan dan menyerahkan secara tunai. Kemudian timbul niat terdakwa untuk memiliki uang serta tidak membuat laporan dan pembukuan dan terdakwa tidak menyetorkan uang yang telah ia terima kepada bendahara yayasan yaitu saksi Darmi.

Baca Juga:

Puluhan Anak Yatim Gelar Orasi di PN Tanjungkarang, Tuntut Penilap Uang Yayasan Dihukum Setimpal

 

"Terdakwa menggunakan uang untuk kepentingan pribadi ada beberapa jumlah rincian uang yang terdakwa terima tidak disetorkan," kata Hakim.

Menimbang setiap unsur telah terpenuhi, majelis sependapat bahwa terdakwa dijatuhi hukuman. "Menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun pidana penjara, dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan dan di potong masa tahanan selama terdakwa berada dalam tahanan sementara," kata Hakim Novian.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR