BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap dua orang pelaku penggelapan 400 sak semen. Keduanya ditangkap pada Selasa (29/1/2019) di kediamannya masing-masing.

Kedua pelaku yakni Putra (30), warga Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu, selaku sopir sekaligus pelaku penggelapan, dan Aziz (34), warga Desa Wiyono, Gedongtataan, Pesawaran, yang berperan sebagai penadah.



Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi mengatakan manajemen distributor semen Holcim yang terletak di Soekarno-Hatta, Bypass, Panjang, kaget lantaran sekitar 400 sak semen yang akan dikirim ke konsumen tidak ada. Pelaku penggelapan diduga dua sopir perusahaan tersebut yakni Bukhori yang berstatus DPO, dan Aziz.

"Jadi pada 28 Januari malam, mereka diduga membawa kabur semen tersebut, dibuktikan dengan  kamera CCTV yang merekam keduanya sedang beraksi," ujarnya, Senin (4/2/2019).

Setelah melakukan penyelidikan ternyata truk milik perusahaan tersebut dengan nomor polisi BE-9421-CA berada di Pesawaran.

Ternyata toko tersebut mendrop 400 sak semen yang nilainya jika dijual sekitar Rp20 juta ke toko bangunan milik Azis.

"Ternyata Aziz ini penadah, setelah dia kami amankan dan kembangkan, Putra kami amankan. Selain itu, kami masih mengejar salah satu pelaku lainnya yakni Bh (Bukhori, red), yang menjadi aktor utama dari penggelapan tersebut," kata mantan Kapolsek Natar itu.

Sementara Aziz mengaku hanya diajak Bukhori untuk mencari penadah semen yang digelapkan tersebut. Ia dijanjikan uang Rp5,3 juta yang akan dibagi dari hasil menjual semen yang harga jualnya lebih murah jika diambil penadah. Putra sendiri baru menerima uang Rp500 ribu dari uang muka yang dibayar Aziz. "Saya cuma diajak Bukhori, suruh cari lemparan ya saya tawarin ke dia (Aziz, red)," katanya.

Aziz sendiri mengaku baru merintis toko materialdan ditawari harga miring untuk per sak semennya. Ia membeli semen gelap tersebut dengan harga Rp42 ribu lebih murah dari harga normalnya jika dijual ke toko resmi yakni bisa mencapai Rp50 ribu. "Saya kan kawan saya sama tetangga juga dulu, saya ditawarin sama Putra, ya jadi saya coba ambil," katanya. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR