BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Akhir dari rapat mediasi pada 6 September 2019 lalu antara pihak Gedor Lampung, PT Gojek, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Polresta Bandar Lampung belum menemukan titik terang. Sehingga Gedor Lampung akan melakukan mediasi lagi pada 13 September.

Miftahul Huda selaku ketua Gedor Lampung Pihak Gedor menerima arahan dari pihak kepolisian untuk tidak melakukan tindakan lanjutan seperti yang sebelumnya dilakukan yakni unjuk rasa di depan kantor Gojek. Dia mengatakan para presidium Gojek telah bersepakat dengan syarat untuk sementara kantor PT Gojek ditutup.



Miftahul Huda menjelaskan bahwa para anggotanya tidak ada niat untuk mengusir PT Gojek dari Lampung, namun hanya menuntut pengembalian insentif serta penutupan sementara kantor Gojek cabang Lampung sampai mediasi mendapatkan jawaban. "Saya mengharapkan jangan sampai ada yang terprovokasi dengan omongan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, kami tidak ada niatan untuk mengusir PT Gojek dari Lampung. Dan mohon pengertiannya bahwa hal tersebut dilakukan karna kami memohon keadilan saja," terang dia.

Pada mediasi besok para presidium Gedor menghimbau agar para mitra gojek yang tidak setuju karna insentifnya dipotong 50% untuk offbid selama 1 hari sebagai bentuk dukungan moril kepada tim mediasi dan juga sebagai bentuk protes terhadap upaya pembelokan isu yang dilajukan PT Gojek Indonesia Lampung.

Huda menambahkan bahwa sangat mengecam keras langkah dari staf PT Gojek Lampung melakukan kegiatan/pertemuan sepihak yang akhirnya menimbulkan fitnah. "Kami harap agar PT Gojek jangan ada yang melakukan hal secara diam-diam sehingga tidak adanya salah paham antara sesama mitra," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Darat Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Aan mengatakan bahwa untuk penjelasan lebih mendetil akan diterangkan besok saat mediasi dilakukan. 'Kita tunggu besok ya, saat mediasi berlangsung agar terlihat titik terangnya," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR