KALIANDA (Lampost.co) --  Sejak sebulan terakhir, harga gas elpiji tabung 3 kg di beberapa Kecamatan di Lampung Selatan, naik menjadi Rp25 ribu/kg. Kenaikan harga gas yang di subsidi pemerintah tersebut dipicu tingginya permintaan masyarakat saat ini.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, harga gas kenaikan gas elpiji kerap terjadi seiring dengan musim kemarau. Tingginya permintaan membuat harga gas elpiji naik.



Menurut salah seorang penjual gas elpiji di Kecamatan Way Panji harga sudah mulai merambat naik sejak sebulan terakhir. Tingginya permintaan tidak seimbang dengan jumlah pasokan, membuat gas menjadi barang langka.

"Sekarang dikirim paling banyak sepuluh tabung," kata Zuleha (40) salah seorang pemilik warung yang menjual gas elpiji, Rabu (8/8/2018).

Modal gas elpiji, kata dia, sudah mencapai Rp23 ribu/tabung, sehingga para pedagang seperti dirinya menjual ke pembeli Rp25 ribu/tabung. "Harga yang kami jual disesuaikan dengan modal," kata dia.

Hal senada diungkap pedagang di Kecamatan Sidomulyo, setiap tahunnya jika musim kemarau harga gas elpiji pasti melejit. "Selama lima tahun berjualan, kalau musim kemarau harga gas elpiji pasti naik," kata Nia (52).

Mestinya, kata dia, pemerintah melalui instansi terkait mengantisipasi kenaikan dan kelangkaan, karena tingginya harga gas sudah pasti terjadi setiap musim kemarau. "Jualan gas kalau harganya naik terus enggak enak juga dengan tetangga, karena dikira kami mencari keuntungan," ujarnya.

Dengan situasi seperti ini, ada beberapa pihak yang sangat diuntungkan, sementara kebanyakan masyarakat dirugikan. "Keadaan seperti ini pasti banyak yang bermain mencari keuntungan," ujar Waldi (32) salah seorang warga setempat, kepada lampost.co.

Dijelaskannya, beberapa tahun sebelumnya, kenaikan harga gas elpiji hanya pada saat jelang puasa dan lebaran, namun kini persoalan itu sudah teratasi. "Kenaikan harga saat ini pada saat musim kemarau yang waktunya bisa sampai tiga bulan," ujarnya.

Menurut dia, kehadiran bright gas ukuran 5.5 kg ikut menggerus kuota gas elpiji 3 kg, sehingga kelangakaan dan kenaikan gas semakin menjadi di masyarakat. "Coba tanya ke Pertamina, bener enggak kuota subsidi banyak di alihkan ke non subsidi," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR