BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Zikri Liana alias Ana alias Ime (22) warga Pasar Banjir Way Kanan tertunduk di kursi pesakitan saat Jaksa Penuntut Umum menghadirkannya di persidangan Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang, Jumat (28/6/2018). Terdakwa di dakwa dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP karena melakukan penganiayaan terhadap rekannya sendiri pada 15 Februari 2018.

Dalam surat dakwaan jaksa Eka Aftarini menjelaskan, terdakwa dan korban Siti Aisyah Rikumahu saat itu tengah berada di mes MGM di Jalan Yos Sudarso No. 74 Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumiwaras, Bandar Lampung, keduanya merupakan satu kamar di mes tersebut.



Sekitar pukul 15.00 wib, korban saat itu tengah tidur-tiduran di dalam kamar sembari mengecas ponsel miliknya. Saat itu terdakwa datang kemudian menarik kabel terminal sehingga hp milik korban terjatuh. Namun saat itu terdakwa tidak meminta maaf kepada korban, sehingga korban kesal sembari berkata "Kamu ini sudah jatuhin hp saya tidak ada kata minta maaf" lalu terdakwa menjawab "ya aku tidak tahu".

Kesal dengan jawaban yang dilontarkan terdakwa, kata Jaksa, saksi korban melempar gelas ke lantai sehingga pecah, lalu terdakwa berkata, "ya udah aku minta maaf, gak usah marah". Karena masih kesal ponselnya dijatuhkan terdakwa, keduanya cekcok mulut," kata Jaksa Eka.

Karena terdakwa kesal dengan perkataan korbana, terdakwa mengambil pecahan gelas yang dilempar korban ke lantai. Melihat hal itu, korban langsung berdiri dan terdakwa pun menghampiri korban dan mencekik lehernya. Saat itu korban berkata "Kamu itu nggak ada sopan santunnya, nggak ada tatakerama, seharusnya kalau satu kamar harus saling menjaga" terdakwa lantas menjawab "kan tadi sudah minta maaf".

Keributan itu kata jaksa terus berlanjut, terdakwa terus mendorong serta mencekik korban sembari mengacungkan pecahan kaca ke arah korban. Mendengar keributan tersebut, kata jaksa, Ayu yang merupakan rekan keduanya melerai aksi keduanya dengan menarik korban menjauh.

Karena keributan terus berlanjut antara keduanya, saksi lain yang masih rekan keduanya berdatangan, namun saat itu saksi korban lepas dari pegangan Ayu, selanjutnya korban dan terdakwa kembali cekcok sehingga terjadi pemukulan dibagian kepala dan tangan korban menggunakan pecahan gelas kaca yang dipegang terdakwa berulang kali.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR