KUDA merupakan hewan peliharaan yang bisa dijadikan alat untuk membantu pekerjaan manusia. Namun jangan pula asal memberikan predikat hewan pada orang walau itu hanya candaan. 

Iya kidah, sapa sai aga digegohko jama benatang (Iyalah, siapa yang mau disamakan dengan hewan).



Seperti seorang perempuan asal Inggris terancam vonis 2 tahun penjara di Dubai, Uni Emirat Arab. Pasalnya dia menyebut istri baru dari mantan suaminya sebagai seekor "kuda" di media sosial Facebook

Seperti dilansir dari laman BBC, ke Dubai untuk menghadiri upacara pemakaman mantan suaminya. Wanita itu terjerat hukum atas komentarnya di laman Facebook, terkait suaminya yang menikah kembali pada 2016. Dia menyebut istri baru suaminya sebagai seekor kuda. 

Na ya kidah, sebeji-bejini niku dang asal ngucakko kedua juk kheno. Wat-wat gawoh (Iyalah, sebenci-bencinya kamu, jangan bicara seperti itu. Ada-ada saja). 

"Saya berharap kamu akan mengalami kesulitan dalam hidup. Berani-beraninya meninggalkan saya hanya untuk seekor kuda," tulis Shahravesh, merujuk pada istri baru mantan suaminya, dilansir dari laman BBC, Senin, 8 April 2019.

Di bawah aturan informasi dan teknologi UEA, seseorang dapat dijebloskan ke penjara atau dikenai denda atas pernyataan kasar dan bersifat merusak di media sosial.

Meski Shahravesh menulis komentar itu saat berada di Inggris, dia terancam 2 tahun di balik jeruji besi dan dikenai denda hingga 50 ribu dolar AS. Ini dimungkinkan karena Shahravesh telah ditangkap di bandara Dubai.

Menurut keterangan organisasi Detained in Dubai, Shahravesh dicari otoritas UEA karena mantan suaminya melaporkan komentar bernada kebencian tersebut.

Disebutkan bahwa Shahravesh terbang ke UEA pada 10 Maret untuk menghadiri pemakaman mantan suaminya, yang meninggal dunia akibat penyakit jantung.

Saat ditangkap di bandara Dubai, Shahravesh sedang bersama anak perempuannya yang berusia 14 tahun. Anak tersebut kemudian pulang ke Inggris seorang diri. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR