PANARAGAN (Lampost.co) --Ratusan pesilat dari perguruan setia hati (SH) mengancam akan mendatangi kediaman Sahlan warga tiyuh Gunung Katun Tanjungan kecamatan Tulangbawang Udik kabupaten Tulangbawang barat (Tubaba), jika Sahlan tidak segera minta maaf kepada rekan mereka, Gejrot sesama anggota SH. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu  (19/5) dari pukul 20.30 wib hingga menjelang pagi, mereka datang  dari berbagai penjuru dan berkumpul di Kediaman Sujimin alias Gejrot di tiyuh Dayaasri kecamatan Tumijajar, dan siap minta pertanggung jawaban Sahlan yang juga kepalo tiyuh Gunung Katun Tanjungan tersebut . 



Dari informasi yang dihimpun lampost.co, kemarahan ratusan pendekar SH ini bermula dari perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh Sahlan, terhadap Sujimin pedagang es kelapa muda. 

Diceritakan warga, pada hari Senin (14/5), Sahlan datang ke warung Sujimin memesan es kelapa muda, setelah dihidangkan Sahlsn menyebut iyu kelaoa tua.

"Saat itu dia tidak terima atas hidangan kelapa yang di berikan tersebut, dan marah marah kepada Sujimin dengan mengucapkan kata-kata kotor kemudian meninggalkan warung tanpa mau membayar, bahkan sempat mengacak ngacak warung sebelum pergi, " ujar saksi mata. 
Peristiwa tersebut disaksikan putra Sujimin yang kemudian tidak terima atas perlakuan Sahlan dan kemudian memberitahukan kepada seluruh rekan rekan anggota SH di wilayah Tumijajar dan sekitarnya. 

Namun sebelum ratusan pendekar SH tersebut berangkat menuju ke rumah Sahlan, aparat tiyuh, pihak kepolisian dan tokoh masyarakat bergerak cepat menggagalkan rencana tersebut. 
"Kami dan pihak terkait akan memfasilitasi pertemuan antara saudara Sahlan dengan saudara Sujimin agar keduanya saling memaafkan, "ujar salah satu tokoh masyarakat tiyuh Dayaasri. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR