GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Berbekal ancaman, dan uang Rp10 ribu, Dedi (20), tersangka utama perampasan motor dan pembunuhan di Kampung Sumber Agung Seputih Mataram, Lampung Tengah, berhasil melibatkan FY (15) dalam aksinya.

Tersangka FY yang telah diamankan polisi, Sabtu (2/2/2019) mengatakan tiga hari sebelum kejadian, tersangka Dedi telah memberitahu akan membunuh korban Eqsel Firnando. Tetapi, setelah memberitahukan rencananya, Dedi mengancam FY. Masih menurut FY, pada Rabu (30/1) pagi sebelum pembunuhan terjadi, Dedi mencegat FY dan kembali mengancam untuk melaksanakan rencana.



Baca juga: Diduga Jadi Korban Begal, Siswa MTs Ditemukan Tewas di Belukar

"Saya sebenarnya tidak mau, takut, tetapi Dedi mengancam akan menghabisi saya sekeluarga. Lalu saya diberi uang Rp10 ribu untuk membeli rokok," terang FY.

Selanjutnya FY mengajak korban untuk mengambil semangka bersama Dedi. Sampai di TKP, Dedi mencekik korban dengan tangan kiri dan meminta FY menyerahkan ikat pinggangnya untuk melilit leher korban hingga tewas. Melihat korban dicekik, FY yang semula ikut memegangi tangan mengaku ketakutan dan pergi meninggalkan lokasi dengan motornya sendiri.

"Sekitar 50 meter saya mendengar Eqsel teriak, saya menengok dan melihat Dedi masih menjerat leher Eqsel dan menyeretnya," kata FY.

Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Firmansyah mengatakan tersangka FY di bawah umur, karena itu penanganan di unit PPA Satreskrim Polres Lamteng. Saat ini polisi masih memburu tersangka Dedi.

"Tersangka terancam pasal pembunuhan berencana. Ancamannya bisa seumur hidup," kata Kasatreskrim.

Menurut Kasat, berdasarkan pengakuan tersangka FY, tersangka Dedi sempat mengancam dan memberikan uang kepada FY untuk membeli rokok.

Sebelumnya, Eqsel Firnando (13), siswa kelas 7 sebuah MTs, warga Kampung Rejosari Mataram,  menjadi korban pembunuhan di Kampung Sumber Agung. Eqsel sempat hilang dari Rabu, dan ditemukan tak bernyawa pada Kamis malam atau Jumat dini hari.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR