SUKADANA (Lampost.co)--Proses ganti rugi lahan seluas  109 hektare untuk tapak bangunan bendung Margatiga, di Desa Negeri Jemanten dan Trisinar, Kecamatan Margatiga selesai dilakukan. Proses ganti rugi lahan tersebut berjalan lancar tanpa ada kendala dan selesai direalisasikan atau dibayarkan kepada pemilik tanah pada 28 Desember 2018.

Ketua Forum Masyarakat Adat Buay Beliuk Desa Negeri Jemanten, Kecamatan Margatiga, Ismail gelar Sutan Ratu Syah, kepada lampost.co, Jumat (15/3/2019), menjelaskan proyek pembangunan Bendung Margatiga, sejauh ini masih dalam proses atau tahapan awal.



Proyek besar dengan penanggungjawabnya adalah Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung (BBSMS) itu, direncanakan akan memakan lahan seluas total sekitar 2.700 hektare untuk lokasi bangunan induk bendungan yang berada di Desa Negeri Jemanten dan Tri Sinar, Kecamatan Margatiga itu akan berdiri di atas lahan seluas 109 hektare, kemudian sisanya yang mencapai 2500 hektare lebih untuk genangan.
Sampai sejauh ini, kata Ismail, proses pembangunan Bendung Margatiga tersebut baru memasuki tahap I atau tahap awal yaitu proses pembangunan tapak bendung. Pembangunan tapak bendung itu sendiri baru dilakukan setelah proses ganti rugi lahan seluas 109 hektare yang  terdiri dari,  milik warga Desa Negeri Jemanten seluas 75 hekatre dan milik warga Trisinar seluas 34 hektare tersebut selesai dilaksanakan.

“Untuk proses ganti rugi lahan seluas 109 hektare yang merupakan lokasi tapak bendung Margatiga tidak ada kendala, berjalan lancar hingga direalisaiskan pembayarannya pada 28 Desember 2018 lalu,” katanya.

Karena itu proses pembangunan tapak bendung sudah bisa dilakukan. Hanya karena faktor cuaca musim hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan sungai Way Sekampung yang selalu meluap, maka proses pembangunan tapak bendung  saat ini baru memasuki tahap penggalian.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR