BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menemukan titik terang terkait ganja, seberat 400 kg yang diamankan di sebuah rumah di Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan pada Kamis (1/11/2018).

Dari perkara tersebut, sudah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Berinisal RS. "Ya udah ada tersangka satu," ujar Dirresknarkoba Polda Lampung Kombespol Shobarmen, Kamis (5/12/2018).



RS merupakan seorang napi asal Lapas Kelas II A Metro. RS merupakan pelaku yang mengendalikan barang haram tersebut dari balik jeruji besi untuk di distribusikan di Lampung.

"Ganjanya milik orang asal Aceh, dia yang ngendaliin dari sini," kata mantan KSPN Kemiling Polda Lampung itu.

Kemudian, aparat juga masih memburu Darwin, orang yang mengontrak di rumah tersebut. Darwin diduga sebagai kurir atau orang yang menampung ganja tersebut, atas arahan RS. "Si Darwin masih kita buru," kata alumnus Akabri 1992 itu.

Kemudian, mengenai ganja seberat 300 kg yang diamanakan di jasa ekspedisi, apakah berkaitan dengan jaringan RS dan Darwin, polisi belum bisa menyimpulkan kendati kemasan ganja tersebut sama yakni dibungkus dalam kotak kayu.

Sementara Kepala LP Kelas II A Metro Ismono membenarkan ada pemeriksaan napi berinisial RS tersebut.

"Ia saya sudah lupa, tapi memang waktu itu Polda datang memeriksa dan sekarang juga masih di Polda, dan kita kooperatif pastinya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Ismono, RS tersebut merupakan napi asal LP Kelas II A Kalianda yang baru dilimpahkan ke LP Metro sekitar dua bulan yang lalu.

Selain itu, Pihak LP Metro terus berupaya melakukan razia, pemeriksaan isidentil serta pemeriksaan internal ke para anggota sipir secara rutin, guna mencegah adanya peredaran narkoba.

"Kami komitmen kok, kalau ada anggota yang bermain kami tindak tegas, dan sudah kami lakukan kroscek, tapi emang tak ada," katanya.

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR