GAMBAR di tanah merupakan salah satu bentuk ekspresi anak-anak di luar sekolah. Dengan model alam, mereka menggambar menggunakan kayu.

Nay ya... nyani gambakh itik di tanoh (Iya... gambar itik di tanah).
Di Peru, menghapus gambar di tanah ternyata ada sanksinya. Buktinya seorang pengemudi truk kargo dipenjara karena menghapus gambar di tanah. Sebab, gambar itu adalah situs arkeologi Warisan Dunia UNESCO, berupa gambar hewan dan tumbuhan yang sangat besar.
Seperti dikutip Japan Times, gambar yang terukir di tanah itu ada sejak 2.000 tahun lalu sisa peninggalan peradaban pra-Inca. Sisa sejarah itu paling bagus dilihat dari langit. Penjaga keamanan menahan pengemudi dan mengajukan tuntutan terhadapnya di kantor polisi setempat.
Payu kidah dang sampai mak jadi pelajakhan ana, wat-wat gawoh (Oke deh, jangan sampai tidak jadi pelajaran itu, ada-ada saja).



 

PENULIS

MTVN

TAGS


KOMENTAR