AKSES ke Provinsi Lampung makin terbuka dan mudah. Tanah Lada ini memiliki konektivitas di semua jalur transportasi, baik laut, darat, maupun udara. Kini Lampung menyambut era baru dengan hadirnya jalan tol dan bandara internasional.

Per 8 Maret lalu, Bandara Internasional Radin Inten II, jalan tol ruas Bakauheni—Terbanggibesar, serta Dermaga Eksekutif Bakauheni diresmikan.



Sementara ruas tol Terbanggibesar—Pematangpanggang yang menghubungkan Lampung dengan Sumatera Selatan sudah siap dioperasikan.

Konektivitas Lampung ini menjadi modal besar untuk menunjang perekonomian. Salah satu sektor yang bisa diandalkan adalah pariwisata. Sudah sejak Lampung, destinasi wisata di Bumi Ruwa Jurai telah dikenal secara nasional hingga dunia.

Sebut saja Gunung Anak Krakatau (GAK), lokasi surfing Tanjung Setia, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Teluk Kiluan dengan lumba-lumbanya, Pulau Pahawang, hingga deretan destinasi yang instagramable.

Adanya Dermaga Eksekutif Bakauheni membuat penyeberangan dengan jasa kapal laut lebih cepat. Jika memakai kapal reguler, waktu tempuh penyeberangan dari Merek—Bakauheni selama 2,5 jam. Jika melalui Dermaga Eksekutif hanya butuh waktu satu jam.  Akses tol membuat waktu tempuh kendaraan dari Bakauheni ke Bandar Lampung hanya sekitar satu jam.

Makin singkatnya waktu tempuh jalur laut ini diharapkan makin memudahkan wisatawan asal Pulau Jawa untuk datang ke Lampung.   

Begitu juga dengan keberadaan bandara internasional yang memungkinkan wisatawan mancanegara untuk melakukan penerbangan langsung ke Lampung.

Namun, hingga kini predikat internasional masih sebagai status. Belum diikuti dengan pembukaan rute baru penerbangan ke luar negeri. Ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Pusat, Pemprov Lampung, pihak bandara, dan maskapai untuk segera merealisasikan penerbangan mancanegara.

Rute yang diharapkan bisa membuka kunjungan wisatawan asing adalah Singapura—Lampung. Jika rute ini dibuka perlu diimbangi dengan promosi yang menarik sehingga destinasi wisata asal Lampung makin dikenal dan diminati.

Berdasar pada data Dinas Pariwisata Lampung, kunjungan wisman yang masuk ke Bumi Ruwa Jurai tahun 2018 sebanyak 274.000. Pelancong asing ini didominasi warga Eropa dan Australia. Mereka masih memilih berwisata surfing ke Pesisir Barat.

Adanya Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan beberapa daerah yang menonjolkan kebudayaan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan luar negeri. Untuk itu, Pemprov dan pemkab harus terus menjaga potensi alam yang ada sehingga taman nasional ini makin layak jual.

Pemprov dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Lampung harus serius menggarap pasar wisata. Keseriusan itu dimulai dengan memperbaiki akses menuju kawasan wisata sehingga lebih ramah dan nyaman bagi pengunjung. Makin terbukanya akses menuju Lampung perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaring banyak wisatawan.

Agar pariwisata ini memberi efek yang besar bagi perekonomian, maka usaha kecil menengah serta warga sekitar harus dilibatkan dalam pengembangan destinasi wisata. Pemerintah dan masyarakat lokal perlu makin kreatif sehingga para pelancong asing makin lama tinggal dan menghabiskan banyak uangnya di Lampung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR