GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Setelah Kejaksaan Negeri Gunungsugih memastikan tak bisa menangani perkara dugaan pungli di SMKN I Terbanggibesar, para wali murid dan Kakam Poncowati melapor ke Polres Lamteng.
Kakam Poncowati Gunawan Pakpahan yang didampingi belasan wali murid mengatakan telah bertemu dengan perwakilan penyidik Polres Lamteng di salah satu ruangan Satreskrim. Menurut Gugun, sapaan Gunawan Pakpahan, ia diminta menyerahkan sejumlah barang bukti, diantaranya kwitansi, draft aturan dan draft RKAS.
"Kami disuruh menunggu seminggu. Nanti akan dikabari perkembangannya. Tetapi saya tidak diberikan bukti lapor," kata Gugun usai menyerahkan berkas sebagai bentuk laporan resmi ke Polres Lamteng.
Salah satu wali murid, Supriono, mengaku ikut datang ke kejaksaan sejak pagi,  dan dilanjut ke polres Lamteng untuk meminta keadilan. "Kalau memang ada pelanggaran dan ada yang bersalah, ya kami minta aparat tegas dan yang salah dihukum," kata Supriono disepakati ibu-ibu wali murid yang ikut datang melapor.
Sebelumnya telah diberitaka  belasan wali murid SMKN I Terbanggibesar Lamteng didampingi Kakam Poncowati mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsugih untuk menyampaikan laporan resmi terkait dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah tersebut. Namun, pihak kejaksaan mengarahkan ke Polres Lamteng, karena pihak polres sudah terlebih dahulu menangani perkara tersebut dengan dasar pemberitaan.
Kasi Pidsus Kejari Gunungsugih, Wahyu Wibowo Saputro, mengatakan perkara yang dilaporkan oleh Kakam Poncowati dan belasan wali murid itu sudah ditangani pihak kepolisian. Sebab itu pihak kejaksaan mengarahkan agar laporan resmi disampaikan kepada Polres Lamteng.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR