KALIANDA (Lampost.co) -- Penyintas berinisial ES (15), warga Natar, diduga menjadi korban asusila oleh tetangganya sendiri. Ia dikabarkan menjadi korban perbuatan tak senonoh oleh AG dan ED. Akibat perbuatan tersebut, ES mengalami trauma dan putus sekolah.

Perkara ini pun telah dilaporkan ke Polsek Natar dan mendapatkan pendampingan hukum.



Informasi yang didapat Lampung Post, perbuatan tersebut berlangsung sekitar Maret 2019, sebanyak 2 kali. Kejadian pertama, dikabarkan  Pelaku ED masuk diam-diam melalui pintu belakang rumah ES, ketika ES sedang tertidur. Disitulah, ED langsung berbuat tak senonoh. Bahkan, ED mengancam ES agar tidak menceritakan perbuatan bejat tersebut kepada orang lain. Karena takut ED pun hanya bisa pasrah.

Tak lama dari kejadian tersebut, ES kembali menjadi korban asusila oleh AG kakak dari ED. Kejadian bermula saat ES baru saja beraktivitas dan hendak pulang ke rumah. Ditengah jalan ia bertemu dengan AG dan ditawari tumpangan sepeda motor.

Bukannya dipulangkan, ES malah di bawah ke sebuah rumah kosong, hingga di rudapaksa dua kali. Karena tak tahan, ia akhirnya bercerita kepada keluarganya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Natar, pada akhir April 2019.

"Iya benar ini kita tangani. Saya baru pegang seminggu perkara ini, karena melihat korban anak yatim dan kasian," ujar Hendra selaku pendamping hukum korban ES dari LBH Sai Hati, Senin (21/7/2019).

Hendra pun telah berkoordinasi dengan pihak penyidik, bahwasanya sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, namun perkara tersebut masih di tahap penyelidikan."Nanti dalam waktu dekat kita cek lagi seperti apa perkaranya," katanya.

Dikonfirmasi Kapolsek Natar Kompol Hendy Prabowo mengatakan Perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan. "Itu tetap diproses kok, bahkan sudah kita gelar di Polres," ujarnya.

Pihaknya pun sudah memeriksa beberapa saksi, baik dari pihak keluarga pelapor, pelapor, terlapor, bahkan pihak yang disebutkan pemilik rumah kosong, serta saksi lainnya tetangga korban.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR