BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Empat terdakwa kasus penggelapan mobil didakwa Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dengan Pasal 480 Ke-1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-KUHP. Hal ini terungkap Dipersidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Kamis (12/7/2018).

Keempat terdakwa yang dihadirkan dipersidangan yakni Alamsya, Samsuri, Lukman dan Aldin. Jaksa Penuntut Umum Irfansyah dalam dakwanya mengatakan, terdakwa telah membeli, menawarkan, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan, atau menyembunyikan, sesuatu benda, yang diketahui, atau sepatutnya harus diduga, bahwa diperoleh dari kejahatan, mereka yang melakukan yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan.



Perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal dari Aldin Herliyanto pada bulan Agustus 2017 dihubungi oleh terdakwa Alamsyah yang mana terdakwa meminta kepada Aldin mencarikan orang yang menerima gadaian mobil. " Saksi Aldin kemudian bertemu dengan Andi Saputra (DPO), yang mana Andi mau menerima gadaian mobil tersebut," kata Jaksa.

Setelah mendapat orang yang mau menerima gadaian mobil tersehur, Aldi memberi tahu kepada Alamsya, kemudian kabar tersebut disampaikan Alamsya kepada Syamsuri, "Samsuri kemudian datang menemui Alamsya ditempatnya bekerja di loket Trebel, Jalan Abdul Haq Rajabasa, sampai disitu keempat terdakwa berkenalan," kata Jaksa.

Setelah perekanal itu Samsuri, Alamsya, Aldin meninggalkan Lukman dan Andi Saputra dilokasi trevel. Setelah transaksi antara saksi Lukman dan Andi selesai, Andi Saputra membuat surat perjanjian yang intinya Andi bersedia menerima gadaian 1 unit kendaraan roda empat nomor polisi BE-1417-CG, merek Toyota tipe Avanza 1.3 G M/T, model mubil penumpang (mini bus) tahun 2016, warna putih, atas nama Ugerya dari saksi Lukman dengan nilai sebesar Rp22 juta.

"Surat perjanjian tersebut ditandatangi oleh Samsuri disaksikan oleh tiga terdakwa lainya," kata Jaksa.

Kemudian setelah surat perjanjian itu ditandatangani, Andi Saputra memberikan uang kepada Samudro sebesar Rp300 Ribu, Alamsyah Rp300 Ribu dan Aldin Rp200 Ribu uang itu sebagai komisi dari Andi. "Padahal mobil yang saudara Lukman gadaikan melalui saksi Samsuri, Alamsya dan Aldin adalah bukan mobil miliknya melainkan milik saksi korban Meteor Samsudin yang saksi Lukman rental sebelumnya.

Bahwa terdakwa Alamsya bersama-sama dengan Lukman Hakim, Aldin dan saksi Samsuri tidak pernah minta izin kepada saksi korban selaku pemilik mobil untuk menggadaikan mobil tersebut kepada Andi Saputra.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR