BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Pemerintah kota Bandar Lampung hingga awal September, belum juga menyalurkan insentif semester satu Januari hingga Juni 2018, bagi 7.433 guru honor yang tersebar di 20 kecamatan di Bandar Lampung.

Insentif senilai Rp200 ribu perbulan untuk setiap guru honor, itu sangat diharapkan para guru honor sebagai biaya tambahan kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikatakan Ketua Forum Tenaga Honor Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) cabang Bandar Lampung, Samsul kepada lampost.co, Rabu (5/8/2018).



Ia mengatakan, keterlambatan pencairan insentif untuk guru honor di Bandar Lampung, baru terjadi kali ini sepanjang kebijakan insentif dikeluarkan oleh Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, sejak beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, untuk menggali informasi mengenai waktu pencairan insentif, terlebih dahulu pihaknya akan menanyakan secara berjenjang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, sebelum sebelum kepada Wali Kota Bandar Lampung.

“Rencana waktu lalu bila hingga akhir Agustus insentif belum junjung cair, di awal September kami akan menghadap bapak Herman HN. Namun, saat pertemuan dengan perwakilan forum se-Bandar Lampung Selasa kemarin, hasil kesepakatan terlebih dahulu ditanyakan kepada Disdikbud dan BPKAD Bandar Lampung,” ujarnya.

Dijelaskan Samsul, bertanya secara berjenjang oleh pihaknya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pemerintah kota dan guru honor di Bandar Lampung.

“Sementara kami akan tanyakan secara prosedural terlebih dahulu untuk mencari petunjuknya. Bila petunjuknya diminta untuk menghadap, kami siap untuk menemui pak Wali Kota,” kata Samsul.

Kemudian Kepala Seksi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdikbud Bandar Lampung, Khairul Athar mengatakan terkait penyaluran insentif guru honor semester satu hingga kini belum mendapatkan perintah dari kepada daerah.

“Hari ini saya sudah tanyakan lagi dengan bendahara dinas terkait insentif semenster satu yang mencapai Rp8,9 miliar untuk 7.433 guru honor di Bandar Lampung. Tetapi katanya belum, kami hanya menunggu saja,” kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR