BERBAGAI langkah dilakukan untuk membantu masyarakat dalam menangani masalah kesehatan. Untuk mewujudkan hal itu, sebenarnya bukan hanya peran pemerintah, melainkan peran seluruh masyarakat. Salah satunya yang dilakukan Forum Pemuda Peduli Kesehatan Lampung (FPPKL).

Komunitas yang berdiri sejak Desember 2014 itu hingga kini konsisten membantu menangani masalah kesehatan masyarakat khususnya lansia, yatim, dan duafa.



Pendiri FPPKL, Ardiyansyah, mengungkapkan komunitas yang bergerak di bidang kesehatan ini terus melakukan gerakan dan inovasi membantu masyarakat kurang mampu di bidang kesehatan. Salah satu bentuknya dengan memberikan pembiayaan dan pendampingan pasien dari keluarga tidak mampu, pemeriksaan dan cek kesehatan gratis yang dilakukan secara door to door kepada lansia dan duafa.

Selain itu, pihaknya melakukan pembinaan senam lansia kepada sebanyak 1.000 orang lanjut usia.

"Selain kesehatan, kami juga ada Jumat Menabung berbagi nasi bungkus setiap Jumat," kata Ardi, sapaan akrabnya, beberapa hari lalu.

Tidak hanya itu, FPPKL juga peduli masjid dan musala, berbagi komputer, peduli pendidikan yatim, peduli yatim, sunatan massal untuk yatim dan duafa. Selain itu, mereka memiliki program belanja baju Lebaran bersama yatim, bedah rumah, membentuk desa siaga dan bank darah desa, peduli bencana, dan pendidikan kesehatan ke sekolah.

"Setiap tahun di milad FPPKL juga mengadakan sunat massal, sedekah akbar. Insya Allah Juli—Agustus kami ada baksos khitanan massal bersama ratusan anak yatim dan duafa, dan Desember ini jika Allah menghendaki ada senam massal dan sedekah akbar bersama 1.000 anak yatim, duafa, dan penghafal Alquran."

Relawan

Setidaknya ada 35 sukarelawan yang tergabung dalam anggota komunitas yang tersebar di beberapa daerah ini.

"Kami ingin menjadi organisasi yang tangguh, berkarakter, dan berintegritas, serta mampu berkarya, berkontribusi dan berdedikasi pada prinsip edukasi dan kepedulian kesehatan juga sosial," ujarnya.

Oleh sebab itu, sesuai dengan misi komunitas, FPPKL bertekad membangun organisasi yang harmonis, mengoptimalkan peran edukasi dan kepedulian sosial terhadap masyarakat, mengoptimalkan program kerja dengan menjunjung tinggi kekompakan komunitas. Kemudian, memperkuat hubungan antarlembaga organisasi atau komunitas guna mendukung tercapainya tujuan sosial, menciptakan serta meningkatkan eksistensi organisasi di mata publik, serta menularkan dan menyebarkan virus kebaikan kepada orang lain.

"Harapan kami banyak masyarakat yang terketuk hatinya untuk membantu saudara kami yang tidak mampu. Semoga banyak dermawan dan donatur yang membantu kegiatan positif ini," kata Ardi.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR