LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 12 July
4232

Tags

LAMPUNG POST | Flyover Tegineneng?
Iskak Susanto, wartawan Lampung Post. Lampost.co

Flyover Tegineneng?

Perempuan muda itu terus menggerutu. Tiket pesawat di tangannya hangus begitu saja. Pesawat yang hendak ditumpanginya telah terbang sejak satu jam lalu. Padahal, ia telah berangkat lebih awal dengan harapan masih sempat berbincang dengan keluarga yang menunggunya di Bandara Radin Inten II. Macet belasan kilometer dengan pusat kemacetan di simpang tiga Tegineneng telah membuyarkan harapannya untuk bisa segera sampai Ibu Kota.
Sabtu (8/7/2017) lalu memang terjadi kemacetan luar biasa. Antrean kendaraan memanjang belasan kilometer dari wilayah Natar, Kabupaten Lampung Selatan, hingga Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Penyebabnya, sebuah truk besar mengalami patah as dekat simpang tiga Tegineneng.
"Saya tadi berharap pesawatnya delay. Karena memang sering begitu. Giliran macet begini, malah on time," gerutunya. "Coba tadi naik ojek saja, Mbak," ujar seorang sopir taksi bandara. Si Mbak diam saja. Percuma. Solusi yang ditawarkan datang terlambat.
Seorang lelaki setengah baya ikut nimbrung, "Heran juga, dari dulu masalahnya adalah penyempitan jalan setelah jembatan. Di situ itu, Lebaran macet, ada mobil mogok macet, ada perbaikan jalan macet. Kalau masalahnya jalan menyempit, solusinya ya jalan dilebarin atau buka jalan baru."
Cerdas juga nih bapak. Pelebaran jalan yang dimaksud bapak itu tadi memang sangat masuk akal. Terlebih, jalan menyempit usai jembatan Tegineneng itu panjangnya hanya sekitar 200 meter sampai simpang tiga.
Lelaki yang mengaku tinggal tak jauh dari lokasi tersebut pun menceritakan kejadian-kejadian menyedihkan saat terjadi kemacetan. "Pernah ada pasien yang meninggal sebelum sampai rumah sakit karena ambulans yang membawanya juga enggak bisa jalan. Kalau sudah macet total, siapa yang bisa kasih jalan ambulans?"
Aku cuma menyimak saja obrolan mereka. Sopir bandara yang tadi memberi solusi naik ojek menambahkan ide lain. "Kalau enggak dilebarin, ya dibuat flyover. Yang dari sini mau ke Metro bisa langsung belok kanan lewat kolong flyover. Jadi, yang dari Bandarjaya mau ke sini enggak terganggu kendaraan yang mau ke Metro," ujarnya. Boleh juga nih ide sang sopir.
Kemarin, iseng-iseng aku berselancar di internet mencari solusi mengatasi kemacetan di Tegineneng. Ha, seseorang yang dipakarkan dalam urusan transportasi memberi ide yang sama: lebarkan jalan atau menambah jalur baru, tanpa flyover. Tidak rumit ternyata. Awam pun bicara sama dengan pakar. Sekarang, ada tidak niat pemerintah mengatasi kemacetan lalu lintas di jalan negara tersebut. Atau cukup menunggu selesainya jalan tol.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv