BANDAR LAMPUNG (Lampos.co) -- Forum Literasi Lampung (FLL) bergerak di 15 kabupaten/kota di Lampung mengampanyekan gerakan gemar membaca kepada pelajar dan masyarakat guna mendorong Lampung sebagai provinsi literasi.
Ketua Forum Literasi Lampung, Eni Amalia, mengatakan Lampung memiliki modal besar untuk menjadi provinsi literasi. Sebab, banyak sukarelawan yang saat ini sudah bergerak secara mandiri di hampir setiap kabupaten/kota.
"Meski masih minim dukungan dari pemerintah, sukarelawan terus bergerak untuk menebarkan semangat dan gemar membaca kepada masyarakat," ujarnya, Rabu (27/9/2017)n.
Para sukarelawan literasi di FLL juga tengah menyambangi beberapa tempat di Lampung, seperti di Pulau Pisang, Pesisir Barat, dan Pantai Minang Rua, Lampung Selatan, yang dilakukan pekan lalu. Pekan ini sukarelawan akan bergerak di daerah Semaka, Tanggamus, pada Kamis (28/9/2017). Lalu beberapa tempat di kabupaten lain, seperti Lampung Barat, Minggu(1/10/2017), dilanjutkan ke Tulangbawang dan Mesuji.
Di setiap tempat yang didatangi, Eni menjelaskan para sukarelawan mengadakan berbagai kegiatan, seperti seminar literasi yang melibatkan pelajar SD dan SMP hingga SMA, para guru dan wali murid, serta masyarakat umum. Selain itu, para sukarelawan juga memberikan donasi buku hingga kunjungan perpustakaan.
Saat di Pulau Pisang, FLL memberikan donasi buku di dua SD dan satu SMP.
Kemudian para sukarelawan juga melakukan kunjungan perpustakaan di MAN 1 Pesisir Barat dan beberapa sekolah lain, serta menyalurkan donasi buku ke Rumah Literasi Annur, Sumberejo, Pesisir Barat.
Dari mengunjungi berbagai lokasi, Eni mengatakan masih kerap menemukan perpustakaan sekolah yang dikelola alakadarnya. “Perpustakaan belum menjadi prioritas, apalagi menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa, dengan koleksi yang terbatas dan fasilitas yang alakadarnya,” ujar dia.
Padahal, perpustakaan sekolah seharusnya mengikuti standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah, yakni memiliki minimal 1.000 judul koleksi untuk jenjang SD, SMP 1.200 judul, dan SMA 1.500 buku. Pengelola perpustakaan pun harus tenaga khusus S-1 Perpustakaan atau pernah mengikuti diklat yang ditetapkan. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR