PESAWARAN (Lampost.co) -- Flight Protecting Indonesia Birds bersama dengan Balai Karantina Pertanian Lampung melepasliarkan ribuan burung hasil sitaan di Tahura Wan Abdul Rachman.

Sebanyak 1.652 ekor burung yang dikemas di dalam 52 kardus tanpa dokumen tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti jalak kebo, perenjak, ciblek, manyar dan cerocok dibawa dengan menggunakan bus asal Palembang menuju Jakarta pada Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 23.30 WIB di Pelabuhan Bakauheni.



Pengungkapan bermula kecurigaan pihak Flight Protecting Indonesia Bird, pada sebuah bus ketika bus tersebut tiba di Bandarjaya, Lampung Tengah. Lantas pihak Flight Protecting Indonesia Bird langsung berkoordinasi dengan Balai Karantina untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan di Seaport Bakauheni.

"Kita koordinasi dengan Balai dan langsung diamankan. Dan benar, burung-burung tersebut tanpa dokumen dan masuk kategori satwa langka dan dilindungi," ujar Direktur Eksekutif Flight Protecting Indonesia Bird, Marison Guciano, Jumat (5/4/2019), saat pelepas liaran burung tersebut di kawasan Tahura.

Sejak 2018- Maret 2019, Flight Protecting Indonesia Bird mencatat ada sekitar 30 ribu ekor burung asal Pulau Sumatera yang diselundupkan namun digagalkan oleh Balai Karantina Pertanian Lampung dan Cilegon. Modusnya, menggunakan kendaraan pribadi maupun Kendaraan umum dan dikemas dalam bungkus atau pun kandang, hingga benda-benda dan lain seperti botol air mineral. "Karena demam jenis burung-burung liar tersebut tinggi di Pulau Jawa, makanya populasinya terancam punah," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR