LIBUR Lebaran Idulfitri kemarin dimanfaatkan oleh seorang teman pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan orang tua, keluarga, serta sanak saudaranya. Setelah beberapa hari di kampung, teman ini kembali ke Ibu Kota karena harus bekerja.

Di suatu kesempatan, dia bercerita terkait apa yang dia alami di tanah kelahiran tersebut. Ceritanya ini, menurut saya, lebih kepada masalah keluarga. Teman saya ini berkata bahwa keluarganya sedang mengalami ujian. Ujian itu datang dari keluarganya sendiri. Ada dari salah satu pihak keluarganya ini yang berusaha memecah belah keluarga dengan menebar fitnah. Hal iniah yang membuat si teman gusar. <>Teman saya itu tidak habis pikir kenapa saudaranya itu berusaha memecah belah keluarga dengan cara yang keji seperti itu. Bahkan, teman saya ini mengaku sempat emosi ketika mendengar ibunya menceritakan hal itu.

Yang membuat teman saya ini tidak terima adalah apa yang dibicarakan saudaranya itu benar-benar tidak seperti kenyataannya. Karena emosi, teman saya ini hampir pergi ke rumah saudaranya itu untuk menanyakan apa maksudnya mengatakan sesuatu kepada orang lain yang bukan berdasarkan fakta, melainkan fitnah. Namun, niat itu urung karena sang ayah menenangkannya dan menasihatinya.


Berdasarkan cerita teman saya ini, saya ingin mengajak pembaca membahas tentang fitnah. Makna fitnah menurut Islam ialah cobaan atau ujian. Cobaan atau ujian ini dapat berlaku pada siapa saja dan apa saja. Perlu digarisbawahi, fitnah ini muncul karena beberapa faktor, yaitu kebencian, kemunafikan, kedustaan, dan lain-lain. Memfitnah jelas termasuk perbuatan dosa bahkan keji. Fitnah seperti itu dapat berakibat fatal, baik bagi korban fitnah secara pribadi maupun bagi keluarga bahkan masyarakat sekalipun. Karier seseorang bisa hancur gara-gara fitnah, hubungan kekeluargaan dapat berantakan akibat fitnah, dan seseorang dapat menderita seumur hidup karena fitnah.

Fitnah amat berbahaya karena dapat merusak reputasi seseorang. Memfitnah sama halnya menjatuhkan harga diri seseorang atau menghina seseorang, padahal apa yang difitnahkan itu belum tentu sesuai dengan perbuatan yang difitnah. Sementara, dalam Islam, menjaga martabat seseorang serta menyembunyikan aib seseorang adalah salah satu kewajiban.

Begitu besar dosa bagi orang yang memfitnah. Mudah-mudahan, kita semua terjauh dari perilaku fitnah. Salah satu cara untuk menghindari fitnah adalah sadar bahwa anugerah persaudaraan, perdamaian, dan kerukunan antarsesama itu sangat besar. Kalau mau memfitnah itu, pikir-pikir dulu, deh! Sebab, fitnah itu bisa mencabik-cabik ketenteraman dalam masyarakat. Fitnah juga dapat memutus tali silaturahmi dan persaudaraan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR