BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komunitas klub nonton bekerja sama dengan Komunitas Mendongeng Dakocan hari ini sukses memutar dua film berjudul Mobil Bekas dan kisah-kisah dalam putaran, dan film kedua berjudul Ziarah.

Film Ziarah yang bercerita tentang perjalanan seorang perempuan berusia 90 tahun, dalam pencarianya mencari makam suaminya Pawira Sahid yang gugur dalam agresi militer Belanda.



Film berdurasi selama kurang lebih 1,5 jam yang mengambil lokasi syuting di Yogjakarta ini, mengingatkan kembali kepada penonton tentang perjuangan Indonesia, serta keteladanan, dan perjuangan seorang istri untuk menemukan makam suaminya.

"Sebenarnya tidak ada pesan khusus dari film Ziarah ini, tapi kami ingin penonton menikmati karya yang bisa dinikmati dengan jalan ceritanya," kata Ko Produser Film Ziarah Ridla Annur, Minggu (1/7/2018).

Film Ziarah  ingin memberikan informasi dan wawasan kepada filmaker pemula untuk membuat film panjang, dan itu jalanya ada lewat film Ziarah menjadi pembuka untuk bisa dinikmati.

"Jadi lewat film Ziarah ini kami ingin menunjukan kepada filmaker  bahwa kita semua bisa bikin film panjang, dan film Ziarah inilah jalannya," tutup Ridla

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR