Jakarta (Lampost.co) -- Badan sepak bola tertinggi dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI). Itu terjadi karena ricuh antar suporter dalam pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia antara Indonesia vs Malaysia.

Pertandingan Indonesia vs Malaysia tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 5 September lalu. Saat itu, kericuhan memang dimotori oleh suporter tuan rumah.



Seperti dilansir dari Goal, fans Malaysia disebut sudah dihujani petasan saat memasuk area SUGBK. Spanduk-spanduk suporter tuan rumah yang bernada sentimen banyak bermunculan di tribun dan terjadi penyerangan langsung saat laga bergulir.

Atas pelanggaran tersebut, FIFA lantas memberi sanksi berupa denda sebesar 45.000 Franc Swiss atau sekitar Rp643 juta. Sanksi tersebut terbilang ringan karena tidak ada larangan tampil tanpa suporter dalam laga lanjutan timnas Indonesia selanjutnya.

Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo, menjelaskan bahwa keringanan sanksi tak lepas dari peran pihaknya yang mampu bernegosiasi dengan baik. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengklaim pihaknya menghormati keputusan FIFA dan bakal segera membayar denda tersebut.

"Sekjen (Sekretasi Jenderal) dan petugas keamanan telah berkomunikasi dengan FIFA dan menjelaskan upaya kami yang memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi. Dengan begitu, hukuman kami jadi lebih ringan," kata Gatot.

"PSSI respek dengan hukuman yang diberikan FIFA. Kami akan mematuhi kewajiban dan melakukan evaluasi agar insiden itu tidak terulang. Sepak bola adalah kekuatan untuk menyatukan dan mempromosikan keanekaragaman budaya. Oleh karena itu, butuh sikap saling menghormati dari semua pihak," lanjut Tisha.

Indonesia masih berkesempatan menjadi tuan rumah di laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Kesempatan itu didapat saat menjamu Vietnam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa 15 Oktober mendatang.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR