BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan perencanaan Lampung Krakatau Festival (LKF) 2018 Agustus mendatang. Perhelatan akbar tahunan yang akan digelar ke-28 kalinya itu diupayakan untuk tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiharto menjelaskan pelaksanaan LKF tahun 2018 direncanakan tidak menggunakan APBD. Hal tersebut dimulai dengan tahapan penunjukan perusahaan pelaksana kegiatan yang tidak melalui pelelangan. Sebab, pihaknya telah menetapkan secara langsung PT. Grand Modern untuk mengkoordinir kegiatan tersebut.



"Pada tahun ini kami tidak mengadakan lelang dan sudah menetapkan PT. Grand Modern sebagai pelaksananya. Dengan perusahaan event organizer (EO) ini Pemprov tidak mengeluarkan biaya dan PT. Grand Modern yang mencari dana untuk pelaksanaan kegiatan LKF ini," kata Budi kepada Lampost.co, Minggu (27/5/2018).

Dirinya pun turut menyambut keberanian dari perusahaan tersebut yang bersedia menanggung segala pendanaan kegiatan pariwisata terbesar di Lampung ini. Menurutnya, hal itu patut diemban sebagai pengusaha lokal.

"Tahun-tahun lalu pelaksanaannya selalu menunjuk EO dari luar Lampung melalui lelang. Tapi tahun ini kami harapkan perusahaan lokal yang memiliki rasa kecintaan terhadap daerah bisa semakin membesarkan LKF ini," ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretsris Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis mengatakan dengan waktu pelaksanaan yang tersisa dua bulan ini Pemprov telah menunjuk EO lokal sebagai pelaksana LKF. Upaya menduniakan perhelatan tersebut telah dimulai dengan sosialisasi guna menarik mata dunia.

"Kami berharap penyelenggaraan LKF ini bisa tersiar secara nasional bahkan menarik mata dunia dan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Maka kami menginginkan ada kegiatan yang dapat menarik wisatawan dunia terhadap kegiatan ini melalui rangkaian yang belum pernah ada sebelumnya," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR