WAY KANAN (Lampost.co) -- Feri Edison, tersangka kasus bansos Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) tahun 2014, digelandang ke Lapas Kelas II B Way Kanan oleh Kejaksaan Negeri Way Kanan, Selasa (16/1/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri Way Kanan M Hidayat, didampingi Kasi Pidsus Idwin Saputra, menerangkan Feri Edison ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pengembangan kasus bansos TIK dengan nilai total proyek Rp1,2 miliar, dengan kerugian negara sekitar Rp500 juta.



"Feri Edison pada masa itu merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan dengan jabatan Kasi TK SD," tuturnya.

Menurutnya, Feri Edison diduga terlibat langsung dalam mengumpulkan kepala sekolah di sekolah dasar Kampung Campur Asri, Kecamatan Baradatu untuk hal-hal yang lainnya. Padahal bansos tersebut seharusnya swakelola dan harus dikelola oleh 34 sekolah yang menerima bantuan tersebut.

Sedangkan untuk dua tersangka lainnya, yakni Reza dan Rajip (rekanan) telah dilakukan sidang dan divonis kurang lebih 7,6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Tanjung Karang di bulan Desember 2017 lalu.

"Untuk dua tersangka yakni Reza dan Rejip saat ini masih dalam pencarian atau masuk Daftar Pencarian Orang. Dalam waktu dekat mudah-mudahan kedua tersangka segera dilakukan penangkapan," pungkasnya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka Feri merupakan saksi dalam perkara tersebut. Dirinya selalu kooperatif dalam memenuhi panggilan oleh Kejaksaan Negeri Way Kanan pada saat dilakukan pemeriksaan.

"Hari ini pada saat dirinya dipanggil sebagai saksi lalu pidsus langsung menaikan status dan ditetapkan sebagai tersangka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti menghilangkan alat bukti ataupun yang lainnya," tegasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Arsip Kabupaten Way Kanan Yuliawati, saat dikonfirmasi Lampost.co kaget mendengar anak buahnya dilakukan penahan.

"Saya baru tau dari anda kalau anak buah saya Feri Edison telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Way Kanan. Feri Edison saat ini memang benar bekerja di Dinas Arsip sebagai Kasi Arsip dahulunya memang benar kalau dirinya bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan," ungkapnya.
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR