BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Maiyah Dusun Ambengan kembali menggelar kajian agama berbalut budaya dalam menyikapi kehidupan saat ini. Kajian pada Sabtu, 13 Oktober 2018 pukul 19.30 WIB di Rumah Hati Lampung, Margototo, Metro Kibang, Lampung Timur, akan mengusung tentang Fenomenel, yakni fenomena prilaku manusia yang lebih menel hingga menyebabkan degradasi diri dan lingkungan.

Degradasi sifat, tingkah dan pola perilaku sosial manusia dalam bermasyarakat merupakan dampak negatif yang paling kentara. Sebagian manusia di zaman milenial seperti sekarang ini menjadi lebih menel. Menjadikan media sosial sebagai ajang pengibaran bendera 'diri', me-nuhankan tampilan yang serba gemerlap. Akibatnya, mereka lupa akan siapa diri dan tugasnya di bumi. Penyakit hati ini apa yang disebut krisis eksistensi, kebutuhan akan pengakuan dari orang lain menjadi hal yang utama dan sejati. 



Untuk itu, supaya tidak terbawa arus negatif yang merusak, ngeli ning ora keli, sangat diperlukan kesiapan mental yang kuat pada setiap individu guna memfilter derasnya arus kemajuan teknologi yang semakin masif. Banyak persoalan yang perlu dibabar dan dicarikan titik intinya. Menjaga dan melestarikan nilai luhur, adat istiadat dan kemuliaan seorang manusia, jelas Yono, salah satu panitia Kajian Ambengan kepada Lampost.co, Kamis (11/10/2018).
Kajian ini terbuka untuk umum tanpa melihat suku maupun agama dan gratis. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR