BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Fakultas Hukum Universitas Lampung menjadi salah satu dari 43 perguruan tinggi se Indonesia yang menyelenggarakan video conference (vicon) sidang perdana sengketa pemilihan presiden dan wakil presiden pemilihan umum 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Karena masih dalam pelaksanaan ujian akhir semester, mahasiswa yang hadir menyaksikan jalannya sidang MK di kampusnya terlihat sepi. Meskipun begitu Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung, Maroni dan perwakilan dari Polda Lampung Kompol Evinater Sialagan serta Akademisi Hukum Tata Negara Yusdianto hadir dalam acara tersebut.



Mahasiswa Program Studi Hukum Pidana Universitas Lampung, Bahara, menceritakan dirinya datang menonton sidang MK di Ruang Peradilan Semu Fakultas Hukum untuk mengetahui seperti apa proses jalannya persidangan. Usai menonton pihaknya akan menggelar diskusi terkait penyelesaian kasus hukum yang tengah menjadi sorotan. Mahasiswa menyampaikan argumen terkait jalannya sidang serta berdiskusi terkiat materi gugatan yang diajukan pemohon.

"Kegiatan tersebut bermanfaat sebagai sarana belajar bagi mahasiswa hukum. Jalannya sidang dapat menjadi contoh penyelesaian kasus gugatan pemilu di Indonesia," katanya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung, Maroni mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi menyiarkan sidang melalui konferensi video sejak 2015. "Selama ini, mahasiwa juga dapat menyaksikan jalannya sidang gugatan di Mahkamah Konsitusi melalui video jarak jauh secara langsung," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR