LIWA (Lampost.co) -- Berdasarkan hasil evaluasi dari tim pendamping perencanaan desa Kementerian Desa dan PDT tahun 2019 yang dilaksanakan pada Juni lalu, menyatakan bahwa kondisi pembangunan pekon-pekon di Lampung Barat kini sudah semakin meningkat. Bahkan sudah tidak ada lagi pekon yang berstatus sangat tertinggal.

Kepala Bappeda Lampung Barat Okmal, Minggu, 25 Agustus 2019 menjelaskan pelaksanaan evaluasi terhadap kondisi pekon oleh pihak Kementerian Desa dan PDT itu sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2015. Kemudian kembali dilaksanakan pada Juni 2019 lalu.



Evaluasi dilakukan berdasarkan Indeks Kemajuan Desa (IKD) dan Indeks Desa Membangun (IDM). Hasil evaluasi IKD tahun 2015 apabila dibandingkan hasil evaluasi IKD tahun 2019 maka dapat dipastikan bahwa keberadaan pekon-pekon di Lambar sudah banyak peningkatan/kemajuan. Dimana pada tahun 2015, dari 136 pekon/kelurahan sebanyak 38 pekon diantaranya dinyatakan tertinggal. Sementara hasil evaluasi IKD tahun 2019 jumlah pekon tertinggal hanya 19 pekon lagi.

Demikian juga apabila dibandingkan dengan hasil evaluasi dari sisi IDM tahun 2019 pembangunan desa di Lambar juga terjadi peningkatan yang signifikan. Dimana pada tahun 2015 hasil evaluasi dari sisi IDM jumlah pekon yang dinyatakan sangat tertinggal yaitu sebanyak 9 pekon. Lalu pekon yang masih tertinggal mencapai 61 pekon. 

Sedangkan hasil evaluasi IDM tahun 2019 menyatakan, bahwa Lambar sudah tidak memiliki pekon yang berstatus sangat tertinggal lagi. Lalu jumlah pekon tertinggal saat ini juga tinggal 14 pekon lagi dari hasil evaluasi sebelumnya mencapai 61 pekon.

"Dari hasil evaluasi itu maka dapat dipastikan bahwa kondisi kemajuan pembangunan pekon-pekon di Lambar cukup meningkat bahkan banyak pekon-pekon yang dinyatakan telah berkembang," kata Okmal.

Untuk pekon-pekon di Lambar yang hingga saat ini dinyatakan masih menyandang status tertinggal, baik dari sisi IKD maupun IDM yaitu mencapai 3 pekon lagi dari sebelumnya mencapai sebanyak 28 pekon. Tiga pekon itu yakni Pekon Sukabanjar Ujungrembun (Lumbok Seminung). Kemudian Pekon Tebaliyokh (Batubrak) dan Pekon Atarkwaw (Batuketulis).

Sementara pekon yang berstatus tertinggal hanya dari sisi IKD adalah Pekon Bumijaya (Sukau). Kemudian di Kecamatan Lumbok Seminung yaitu, Pekon Lumbok Selatan, Pekon Sukamaju. Di Kecamataan Belalau yaitu Pekon Pajaragung, Serungkuk, Sukamakmur. Kemudian Pekon Tigajaya (Sekincau) dan lain sebagainya.

Lalu pekon tertinggal dari sisi IDM adalah di Kecamatan Batubrak yaitu Pekon Gunungsugih, Canggu, Kegeringan dsn Sukabumi. Lalu di Kecamatan Airhitam yaitu Pekon Sukadamai, Menggarai, Rigisjaya, Sukajaya, Sukajadi, Srimenanti.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR