BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Eti Djonga alias Eti S, pemilik toko bangunan Pasifik, yang melaporkan anggota DPRD Provinsi Lampung, AH soal dugaan penipuan, mengatakan pernyataan AH yang telah menyerahkan mobil kepada Eti S, untuk penyicilan bayar utang  tidak benar. 

"Itu bukan dikasih ke saya, tapi pinjam pakai. Bahkan saya ada wa dia, kalau dia minta kapan bisa diambil sama dia," ujarnya saat ditemui di Mapolda Lampung, Senin (30/7/2018).
Bahkan menurutnya, mobil yang dipinjamkan dari AH, dalam kondisi rusak berat."Malah saya servis, habis 21 juta, pas 2 hari mobil itu di saya," katanya.
Eti Pun datang ke Mapolda Lampung untuk melengkapi permintaan penyidik, soal bukti-bukti, yang akan digunakan oleh penyidik untuk memeriksa perkara tersebut. Rinciannya, terkait dokumen-dokumen, nota, dan kwitansi.
"Ada 2 dus, yang saya bawa. Sama itu juga saya liat di media AH sudah bayar 300 juta, aslinya masih dibawah 150 juta dan saya ada rinciannya. Ini kan sejak 2013, dan ada 3 miliar dia berhutang dengan saya," katanya.
Sementara Kasubdit II Harda Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Mukhtar mengatakan penyidik masih terus melengkapi bukti dugaan tersebut dengan meminta berkas-berkas perjanjian antar pelapor dan terlapor. Karena, dalam perkara tersebut pelapor juga menyebutkan, kalau ada indikasi penipuan dengan mencoba membayar menggunakan cek, namun tak bisa dicairkan."Ya masih terus kita Lidik," singkatnya di Mapolda Lampung.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR