DIAM seribu bahasa dari serangan hoaks yang mengejek Esemka hanya mobil fiktif, kini pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) mulai memproduksi 40 mobil per hari. Produksi pabrik tersebut terdiri dari mesin bensin dan diesel.

Geliat mulai produksinya pabrik mobil Esemka dilaporkan Kompas TV dalam program Cerita Indonesia, Jumat (29/3/2019). Tayangan itu memperlihatkan hampir seluruh proses produksi mobil, dari merangkai mesin, sasis, sampai tenaga kerjanya yang diisi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Pabrik Esemka lengkap dengan fasilitas tes jalan untuk menguji kendaraan seusai diproduksi.



"Di pabrik ini kami ada diesel line, gasoline line, monocoque line, lalu nanti yang akan datang ada welding dan body painting. Untuk diesel difungsikan merakit mesin diesel 1.8L, 2.5L, dan 2.7L, untuk yang bensin itu kapasitas 1.2 (liter) dan 1.3 (liter)," ujar Dias Iskandar Saputra, manajer produksi PT Esemka.

Menurut Dias, dari kapasitas produksi, pabrik Esemka mampu menghasilkan 40 mobil per hari. Produksi saat ini dilakukan pada dua model prototipe, yakni jenis pikap 1.200 cc dan 1.300 cc, dengan kandungan komponen lokal diklaim mencapai 60%.

Kedua model kendaraan niaga ringan tersebut diketahui bernama Bima yang dulu sudah melakukan uji tipe di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), sudah mengantongi Surat Uji Tipe (SUT).

Humas PT Esemka Sabar Budhi dikutip Kompas.com (30/3/2019) menjelaskan, untuk Bima 1.2 dan 1.3 nanti dipasarkan di perdesaan sebagai kendaraan niaga, bahkan diklaim sudah mengantongi izin produksi massal dan sudah lulus emisi.

"Pengelola investasi kami pihak swasta murni, tapi kami juga mendapat dukungan dari pemerintah, seperti dari segi legalitas dan perizinan. Target ke depan kami ingin menjadi perusahaan yang dapat menjadi wadah bagi lulusan SMK dan universitas politeknik di Indonesia," ujar Budhi.

Nama Esemka bukan dibuat sembarangan. Jauh hari sebelum membangun pabrik di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Tengah (2016), PT Solo Manufaktur Kreasi telah menjalin kerja sama dengan 33 SMK seantero negeri, salah satunya SMK Negeri 2 Terbanggibesar, Lampung Tengah.

PT Solo Manufaktur Kreasi sendiri didirikan 2010, setelah uji produksi mobil Esemka mendapat sambutan di pameran Indonesia International Manufacturing (IIM 2010). Waktu itu mobil Esemka populer setelah Jokowi menetapkan Esemka sebagai mobil dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR