KALIANDA (Lampost.co)--Pria bertopi kecokelatan itu mondar-mandir bersama sepeda motor di sekitaran Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Selasa (16/1). Seperti biasanya, ia berkeliling dengan iringan suara khas gong kecil yang dipukulnya.
Namun, kala itu dia merasa tidak beruntung seperti hari biasanya. Sebab, kondisi cuaca tidak mendukung karena berpengaruh dengan hasil pendapatannya. Tapi, hal tidak menyurutkan semangatnya dalam mengais rezeki.
Pria itu adalah Arpan (24) namanya. Ia merupakan salah satu pedagang es tung-tung yang ada di wilayah Kecamatan Palas dan sekitarnya. Es tung-tung merupakan harapannya Arpan dalam mengumpulkan uang untuk kehidupan sehari-hari. 
Warga Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, itu melakoni berjualan es tung-tung itu baru berjalan dua tahun terakhir. Tanpa rasa malu, Arpan setiap hari berkeliling menjajakan es tung-tung miliknya. 
Ia mengatakan dagangannya itu memiliki variasi rasa dan harga. "Es tung-tung yang saya jual bervariasi. Ada yang menggunakan roti dibanderol seharga Rp3.000, mangkuk sedang seharga Rp2.000 dan mangkuk kecil seharga Rp1.000," kata dia. 
Pria kelahiran 1994 itu mengatakan dalam sehari ia bisa mengumpulkan uang sebesar Rp300 ribu (jika es tung-tung ludes habis). Namun, kalau cuaca mendung sudah dipastikan tidak habis dan menyisa.
Arpan mengatakan pendapatannya per hari tersebut tidaklah pasti. "Uang sebesar Rp300 ribu itu belum dipotong untuk modal keesokan harinya. Ya, kalau bersih dapatlah sebesar Rp100 ribu. Itu pun kalau es nya ludes habis," kata dia.
Dari hasil penjualan es tung-tung itu, ia pergunakan untuk sehari-hari di rumah. Selebihnya, ia tabungkan untuk keperluan lainnya. "Ya, kalau masih ada sisa saya tabungkan. Siapa tahu buat kebutuhan yang mendesak," kata dia. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR