MENGGALA (lampost.co) -- Suasana duka masih terlihat menyelimuti kediaman empat korban yang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di lubang aliran sungai Rengas Cendung.

Kedua rumah duka itu berada di Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, dan terletak saling bersebelahan. Disana masih tampak bendera kuning berkibar sebagai tanda berduka serta karangan bunga ucapan duka dari berbagai pihak.



Keempat korban tenggelam itu merupakan satu keluarga, dua diantaranya merupakan bocah kembar Elsa Dianti (10) dan Elsi Dianti (10) putri dari Ermadi yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Di rumah duka masih nampak sejumlah kerabat korban tengah berdatangan memenangkan orang tua bocah yang tenggelam itu. Ermadi orang tua dari bocah kembar itu berusaha menceritakan musibah yang menimpanya.

Ditemui di kediamannya, Senin (6/8/2018) dia mengaku, sebelum kejadian kedua putrinya sempat berpamitan untuk ikut bibinya memindahkan kerbau.

Mengembala kerbau, merupakan rutinitas sehari-hari adik perempuannya. Bahkan sebelum berangkat, lanjutnya, adiknya itu sempat menitipkan keponakannya yang masih berusia 8 bulan di kediamannya.

Di lokasi keempat korban ditemukan tenggelam memang kerap dijadikan para warga setempat untuk mengembala kerbau, karena di lokasi itu ketika musim kemarau tiba, hamparan rumput hijaunya menjadi makanan kerbau.

Selain itu, di lokasi juga terdapat genangan air yang lazim disebut warga setempat kobak yang dimanfaatkan warga sebagai tempat mencari ikan. Sebelum kejadian itu, keduanya tidak pernah main ke areal lokasi keempat korban ditemukan.

Namun, dirinya mengaku ikhlas atas kejadian yang menimpa dua putri kembarnya, Elsa Dianti (10) dan Elsi Dianti (10), serta adik perempuannya Liyana (28) dan keponakannya Zahra (7). Meskipun Ermadi mengaku, masih terbayang-bayang dengan kedua buah hatinya.

"Saya ikhlas atas musibah yang menimpa. Ini adalah ujian dari Allah dan saya ikhlas menerimanya, karena di setiap musibah ada rencana terbaik dari Yang Maha Kuasa," kata dia.

 

loading...

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR