WAY KANAN (Lampost) -- SEBANYAK empat terpidana kasus korupsi di Kabupaten Way Kanan dipecat secara tidak hormat dan satu masih menunggu proses pemberhentian secara tidak hormat.

Hal itu disampaikan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Way Kanan, Paryanto, saat dikonfirmasi, Jumat (7/9/2018).



Ia mengatakan bahwasannya untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang melakukan tindak pidana Korupsi akan diberhentikan secara tidak hormat meskipun vonisnya hukumannya hanya satu bulan sekalipun.

Sampai dengan saat ini ada sekitar lima orang yang tersandung kasus tindak pidana Korupsi. Empat diantara ada yang masih di hukum dan ada juga yang sudah bebas. Sedangkan satu orang yang baru-baru ini juga berkasnya sudah di naikkan ke Bupati untuk proses pemberhentian secara tidak hormat.

"Pemerintah Kabupaten Way Kanan tidak berani main-main dengan permasalahan ini. Karena dapat kita tidak ingin dicap melindungi terpidana korupsi karena itu salah dan melanggar peraturan yang berlaku," terangnya.

Dengan diberhentikan secara tidak hormat, kata Paryanto. Secara otomatis ASN yang terlibat kasus korupsi tersebut tidak menerima gaji lagi begitupun uang pensiunan. "Jangankan uang gaji, uang pensiunan pun tidak kita bayarkan dan diputus semuanya terkait dengan pemberian dari pemerintah karena sudah dipecat secara tidak hormat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS)," ujarnya.

 

 
 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR