BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melakukan pemetaan fokus pengawasan kampanye di bulan ramadan atau Idul Fitri. Hal tersebut dilakukan mengingat bahwa di bulan ramadan potensi kampanye-kampanye terselubung bisa saja dilakukan.

Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Iskardo P Panggar mengatakan ada empat potensi perbuatan yang akan dilakukan oleh pasangan calon, tim pemenangan dan partai politik dalam menjalani tahapan kampanye di bulan ramadan.



"Pontesi perbuatan tersebut yakni pertama, sumbangan ke masjid dan panti asuhan. Kedua, pemberian alat-alat salat. Ketiga, pemberian THR dan keempat open house pada saat Lebaran," katanya kepada Lampost.co, Minggu (20/5/2018).

Ia mengatakan pada saat paslon memberikan sumbangan kemasjid dan panti asuhan, pihaknya akan melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa sumbangan tersebut atas nama pribadi dan tidak menitipkan pesan-pesan politik. Kemudian memastikan pada saat memberikan sumbangan tidak terdapat simbol-simbol partai politik atau bahan kampanye pasangan calon.

"Dapat dikatakan pelanggaran apabila unsur penyampaian visi, misi dan program, simbol calon atau pasangan calon, serta unsur ajakan memilih pasangan calon tertentu," kata Mantan Ketua KPU Way Kanan ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR