BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sejumlah ibu-ibu paruh baya terlihat sibuk memasak untuk dibagikan kepada korban tsunami di Lampung Selatan. Mereka adalah anggota yang tergabung di komunitas Emak-Emak Preneur yang terletak di bilangan Jalan Purnawirawan, Gunungterang, Langkapura, Bandar Lampung. 

Sesuai namanya, komunitas ini memiliki anggota yang seluruhnya merupakan emak-emak alias ibu-ibu yang memiliki usaha maupun calon usaha. Tujuannya meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah mindset para anggota dari pedagang menjadi pengusaha.



"Tujuan utama komunitas ini adalah menciptakan wadah bagi emak-emak. Mengubah mindset tidak hanya berdagang, tetapi bagaimana caranya bisa menjadi seorang entrepreneur," kata Nur Aini, yang merupakan pendiri sekaligus ketua komunitas Emak-Emak Preneur. 

Komunitas yang terbentuk sejak 30 Agustus 2018 itu memiliki anggota lebih dari 100 orang, yang tersebar di berbagai daerah, di antaranya Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Selatan, Lampung tengah, Pringsewu, Mesuji, dan Bandar Lampung.

Selain menciptakan pengusaha wanita di Lampung, Emak-Emak Preneur memiliki prinsip wirausahawan, parenting, dan spiritual. Dengan menggabungkan ketiga hal tersebut, diharapkan para emak-emak di Lampung bisa menjadi pengusaha tanpa meninggalkan peran sebagai ibu sekaligus istri serta mampu menjaga spiritualitasnya.

"Prinsipnya bagaimana kami seorang emak-emak ini produktif menjadi pengusaha, tetapi tidak meninggalkan kewajiban dan tetap mengedepankan spiritual."

Meski baru berjalan, komunitas tersebut memiliki banyak kegiatan untuk meningkatkan produktivitas para anggota. Misalnya, peningkatan keterampilan berwirausaha dengan membuat blog, workshop WA, marketing, video marketing, sharing bisnis untuk motivasi, dan promosi keroyokan.

Nur Aini melanjutkan kegiatan lain yang kini berjalan adalah menjadi sukarelawan bencana alam di Lampung Selatan. Mereka membuka dapur umum untuk para korban. Sebelumnya, Emak-Emak Preneur juga mengadakan kegiatan sosial berupa donasi penggalangan dana untuk korban tsunami Palu dan Lombok.

Dia berharap dengan terbentuknya komunitas tersebut, emak-emak di Lampung bisa makin berdaya dengan setiap potensi yang dimiliki.

Bahkan, kini emak-emak lebih mudah untuk menjadi pengusaha. Salah satunya dengan adanya media sosial. Emak-emak tetap bisa produktif tanpa harus ke luar rumah.

"Setidaknya emak-emak ini bisa berdaya, potensi ibu luar biasa, mulai dari kreativitas, skill, hingga lainnya. Apalagi dengan adanya medsos sekarang lebih mudah jualan online. Perempuan tidak harus keluar rumah untuk bisa jadi produktif," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR