KAKI kecil berlari ke sana-ke mari dengan wajah ceria. Senyum bahagia menghiasi wajah dua gadis kecilku saat bermain di Taman Gajah (Elephant Park), Bandar Lampung, 21 Februari lalu.

Ses Khayla dan Neng Ara memang menyukai beragam permainan milik Pemprov Lampung itu. Ses Khayla terlihat asyik melewati jembatan, sementara Neng Ara menyukai naik-turun di tangga jembatan pohon. Menghirup udara di ruang terbuka meski sedikit panas semakin membuat mereka bahagia.



Berdasarkan informasi yang saya himpun dari beragam sumber, selain menyenangkan, bermain di luar juga bermanfaat untuk motorik kasar anak. Kegiatan main di luar ruangan bisa melatih otot-otot kaki tangan, selain juga meningkatkan fungsi kerja otak. Bermain di luar rumah juga bermanfaat meningkatkan kemapuan bersosial. Bukan hanya kemampuan sosial untuk berkomunikasi dengan orang lain, anak juga melatih dirinya untuk bisa bicara dengan dirinya sendiri.

Hal itu juga yang mendorong Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyediakan taman bermain di Enggal, Bandar Lampung. Ridho berinisiatif merevitalisasi Lapangan Merah dan Pasar Seni Enggal menjadi ruang terbuka hijau seluas 15 ribu m2. Orang nomor satu di Lampung berharap Bandar Lampung harus memiliki ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota dan tempat aktualisasi masyarakat.

Lampung Elephant Park, kata dia, bertujuan memberikan rasa nyaman untuk berkumpul bersama keluarga bagi masyarakat. Taman bermain yang diresmikan pada 17 Februari itu disediakan gratis untuk masyarakat. Ada beberapa wahana bermain yang bisa dinikmati yakni ayunan, jembatan yang menghubungkan dua pohon, arena memanjat, dan arena rumah kelinci yang belum difungsikan.

Taman itu merupakan pembangunan tahap kedua dari Lampung Elephant Park yang direncanakan dibagi menjadi tiga tahap. Selain taman bermain telah dibangun juga panggung terbuka, kamar mandi dan toilet, pos keamanan Pol PP, dan pusat suvenir.

Elephant Park digagas Gubernur Ridho pada 2017. Tahap pertama telah dibangun antara lain lapangan multifungsi (basket dan futsal), lapangan skateboard, dan musala. Lalu air mancur, tempat foto dengan lukisan 3D, maupun lampu bertuliskan ‘Love’. Sementara tahap ketiga pada tahun ini akan dibangun area parkir dan taman terbuka hijau.

Sungguh disayangkan, fasilitas umum itu tidak terawat dengan baik. Ses Khayla mengeluhkan hal itu saat kunjungan kedua kami ke Elephant Park, Jumat (15/3). Terdapat sisa makanan, puntung, bahkan lantai sintetis di beberapa titik itu robek.

Miris memang, belum satu bulan fasilitas itu telah mengalami kerusakan. Semoga instansi yang bertanggung jawab segera memperbaiki kerusakan itu. Selain tentunya, seluruh masyarakat bisa menjaga kebersihan agar Elephant Park bisa digunakan dengan nyaman.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR