KOTABUMI (Lampost.co)--Ekonomi menjadi faktor paling dominan pemicu terjadinya kekerasan perempuan dan anak di Lampung Utara.

Kepala Seksi Data dan Informasi Kekerasan Perempuan dan Anak, Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PP) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA), Lampung Utara, Purnama Sari, di ruang kerjanya, Kamis (19/7/2018) mengatakan dari 13 kasus laporan yang tercatat pada data kekerasan perempuan dan anak sampai Juni 2018, masalah ekonomi menjadi faktor paling dominan yang pemicu terjadinya kekerasan. 
Selain faktor tersebut, media sosial,  pernikahan usia dini, masalah kepribadian dan kondisi psikologis yang tidak stabil,  lingkungan, kultural di mana laki-laki dan perempuan tidak diposisikan setara dalam masyarakat serta persepsi mengenai kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga sebagai aib keluarga yang mesti ditutupi juga menjadi faktor penyebabnya. 
"Dari laporan yang masuk, faktor ekonomi menjadi penyebab paling dominan terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak di Lampung Utara. Selain itu, masalah kultural di mana posisi laki-laki dan perempuan tidak diposisikan setara dalam masyarakat di tambah kekerasan yang terjadi adalah aib keluarga yang mesti ditutupi juga menjadi faktor penyebab mengapa kekerasan pada perempuan dan anak tidak muncul dipermukaan" ujarnya pada lampost.co.



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR