WAY KANAN (Lampost.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan pembangunan daerah di bidang kesehatan tahun 2018, di Rumah Dinas Wakil Bupati, Kamis (26/7/2018).

Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony, menyampaikan pembangunan daerah di Kabupaten Way Kanan harus terus dikerjakan dan diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera dilaksanakan.
Program jambanisasi untuk dapat menjadi perhatian dan dapat terus dilaksanakan dan diselesaikan tepat pada target yang telah ditentukan guna mendongkrak IPM di Way Kanan. Terkait dengan banyaknya pasien yang harus menjalani cuci darah, agar dapat dipelajari oleh Direktur Rumah Sakit, Dinas Kesehatan serta dinas terkait untuk dapat dibangun layanan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah agar pasien cuci darah tidak perlu jauh-jauh untuk menjalani cuci darah sampai ke luar kota.
“Selain pentingnya pelayanan cuci darah juga tak kalah penting yaitu pelayanan bagi pasien penyandang keterbelakangan mental yang perlu diadakan di Kabupaten Way Kanan. Untuk itu menjadi tugas dinas dan instansi terkait untuk merancang pembangunan pelayanan cuci darah serta pembangunan rumah sakit jiwa yang nantinya pasien penyendang keterbelakangan mental yang berasal dari Kabupaten Way Kanan dapat dilakukan pembinaan di Kabupaten Way Kanan,” terangnya.



Direktur PT Bunda Medika Mandiri, dr. Afnizal bahwa syarat mendirikan klinik Cuci Darah di Way Kanan yaitu dengan mendapatkan izin tempat, adanya dokter konsultan ginjal, dokter spesialis penyakit dalam yang telah menjalani pelatihan penyakit dalam, adanya perawat yang sudah pelatihan cuci darah serta memiliki mesin cuci darah minimal empat unit.
Hadir dalam rapat tersebut yakni Sekretaris Daerah Kabupaten, Saipul, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, kepala dan unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah, Direktur RSUD Zainal Abidin Pagar Alam, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, BPJS Cabang Kotabumi dan kepala serta unsur UPT Puskesmas se-Kabupaten Way Kanan.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR