BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ratusan penonton tampak mengantre di depan pintu teater bioskop yang terletak pusat perbelanjaan. Tidak hanya di depan pintu teater, puluhan pengunjung juga terlihat mengular di depan tempat pembelian tiket.

Itu merupakan hari pertama pemutaran film Endgame yang telah dinantikan oleh ribuan penonton lainnya. Tayangan tersebut menjadi serbuan penonton untuk menyaksikan langsung seri terakhir dari pertarungan para pahlawan super (super hero).



Kemeriahan dan antusias itu juga yang turut dirasakan oleh Marvel Fans Community yang konsisten memberikan informasi dan up date tentang perkembangan film, hingga komik marvel yang dirilis setiap minggunya di Amerika.

Ketua Umum Marvel Fans Community Indonesia Sikhfatul Widad mengungkapkan komunitas yang mewadahi para pencinta komik marvel itu berdiri sejak 2012 di Surabaya. Kemudian, mulai menyebar ke seluruh Nusantara, khususnya di Lampung pada 2014.

"Sebenarnya ada beberapa komunitas Marvel dan ini merupakan pecahan klub Marvel sebelumnya yang paling tua. Di sini kami fokus ingin meningkatkan minat baca masyarakat," ujarnya.

Menurut Papa Adul, begitu ia biasa disapa, komik Marvel pernah mengalami masa kejayaan era 1990-an. Namun, sejak munculnya komik Jepang, komik Amerika terpuruk dan ditinggalkan pembaca, termasuk komik Marvel. Hal itu disebabkan oleh tingginya harga komik buatan negara superpower itu. "Jadi, dengan hadirnya komunitas ini, kami ingin meningkatkan minat baca masyarakat melalui komik."

Aktif

Tidak sekadar pencinta komik Marvel, komunitas ini juga aktif berkegiatan, misalnya kopi darat rutin tiap satu bulan sekali, bagi komik gratis, hingga nonton bareng.

"Setiap kopdar biasanya kami bagikan komik gratis, jadi orang tertarik. Begitu juga ketika nobar, sebelum masuk kami sampaikan bahwa sumber film dari komik tersebut," kata dia.

Papa Adul juga mengakui untuk mendapatkan komik Marvel bukanlah perkara mudah. Selain harganya yang relatif mahal, mendapatkannya juga harus impor ke negara asalnya. Hal ini membutuhkan waktu lebih lama. Untuk menghemat biaya, biasanya mereka membeli bersama-sama untuk menekan ongkos kirim.

"Hadirnya kami di Lampung, kami ingin mengembangkan dan mengenalkan kepada masyarakat bahwa marvel itu banyak. Ada di televisi, komik, voice, collectible items, hingga merchandise Marvel," ujarnya.

Sebagai pencinta Marvel, setiap kali mengadakan nonton bareng, mereka mencoba menjadi penonton yang baik. Salah satunya dengan menjaga kebersihan. Tidak heran jika tiap masuk ke dalam bioskop mereka menyiapkan kotak sampah membantu para petugas kebersihan membersihkan sampah sisa penonton. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR