BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Way Kanan atas nama Jumahardi alias Gusti (36) warga Jalan Purnawirawan I, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langapura, Bandar Lampung tersandung masalah peredaran narkotika, Senin (22/10/2018).

Di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, terdakwa Jumahardi didakwa oleh JPU Dwianto Heineman lantaran kedapatan sebagai pemasok narkotika atau obat-obatan terlarang jenis pil ekstasi di tempat hiburan malam New Wijaya Kusuma.



Jaksa dalam dakwanya mengatakan perbuatan terdakwa diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaksa menuturkan perbuatan terdakwa dalam peredaran narkotika dibantu oleh dua orang oknum TNI AD yakni Serda HD dan Serda CM serta Handi Ismeydi alias Andi alias Babe salah seorang pekerja tempat hiburan malam tersebut.

Dalam dakwaan JPU juga disebutkan jika perkenalan antara terdakwa dan dua anggota TNI AD tersebut adalah ketidaksengajaan. Pada saat itu dia (terdakwa) mengaku sebagai anggota marinir berpangkat Letnan Kolonel bertugas dibagian Intelijen Negara.

Jaksa mengatakan terdakwa sudah kali ketiga memasarkan barang haram jenis ekstasi ditempat hiburan malam, pertama terdakwa memasarkan 50 butir ekstasi melaui Serda HD dan Serda CM, hasil penjualannya barang Rp12,5 juta.

"Pertama kali hanya 50 butir pil ekstasi, Serda HD bersama Serda CM menyetorkan uang hasil jual pil ekstasi tersebut sebesar Rp10 juta, sementara total penjualan yakni Rp12,5 juta. Rp2,5 juta dibagi oleh Serda HD dan Serda CM yang saat ini tengah menjalani peradilan militer," kata Jaksa.

25 Agustus 2018 terdakwa untuk kali kedua menyerahkan ekstasi sebanyak 100 butir kepada Serda HD, HD kemudian meyerahkan kepada Andi untuk dijual. Lalu lima hari berikutnya terdakwa menghubungi Serda CM untuk menyerahkan ekstasi lagi, keduanya mengatur janji untuk bertemu didepan kantor Pajak Bandar Lampung.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR