BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dunia pendidikan terus berbenah dan bersiap untuk menghadapi tantangan serta peluang pada era Revolusi Industri 4.0. Kompetisi dengan berkolaborasi dan bersinergi kepada seluruh pihak menjadi daya dukung untuk suksesi tantangan tersebut.

Hal itu dikatakan Wakil Rektor Bidang Akademik Bujang Rahman dalam seminar nasional pendidikan dengan tema Tantangan dan peluang dunia pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0 yang digelar FKIP Unila, Kamis (3/1/2019).



Ia mengatakan perkembangan zaman dan teknologi informasi semakin cepat. Sebab itu, semua pihak harus bersiap menghadapi tangan tersebut agar tetap aksis berkompetisi dan tidak gampang tertinggal.

"Semua pihak saat ini berada dalam dinamika yang begitu cepat. Peradapan manusia pun terus berkembang, dunia pendidikan pun harus begitu bisa menghadapi era Revolusi 4.0," katanya.

Kemudian, ia mengatakan ada tiga sektor dalam pendidikan yang menjadi sorotan. Pertama, perubahan paradigma kelembagaan. Kedua, perubahan paradigma kurikulum. Ketiga, paradigma perubahan pembelajaran. Hal tersebut untuk bersaing menghadapi tantangan perkembangan zaman.

"Kelembagaan harus terus profesional mengikuti sistem teknologi informasi. Tahun 2020 diwacanakan satu guru untuk 1.000 mahasiswa," katanya.

 

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR