BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktur Utama Bank Lampung, Eria Desomsoni mengatakan e-samsat sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan provinsi yang menginginkan pelayanan cepat dan peningkaran PAD. Hingga kini pendapatan Lampung sudah mencapai Rp513 miliar dari target
Rp618 miliar.

"Ini menghilangkan sistem pencaloan, karena sistem ini dari ATM langsung terkoneksi dengan Bapenda dan itu langsung sudah terferifikasi. Untuk mendukung e-samsat ini Bank Lampung akan menambah terminal ATM kami dari 77 unit akan ditambah 55 unit ATM yang sekarang sedang dalam pengadaan," kata Eria.



Menurutnya, e-samsat tertuang dalam peraturan presiden Nomor 5 Tahun 2015 yang menyebutkan manfaat teknologi tersebut akan memudahkan prosedur pelayanan yang diakses melalui ATM, pelaksanaan lebih cepat, berkualitas dan memanfaatkan teknologi informasi dan transaksi, proses dan produk pelayanan memberikan perlindungan rasa aman, dan efisien dengan wajib pajak yang tidak perlu antre.

Ketentuan cara bayar pajak itu adalah pemilik kendaraan harus menjadi nasabah Bank Lampung dan ATM-nya, data pemilik kendaraan sesuai dengan data di server Samsat Lampung, kendaraan milik pribadi wajib pajak, tidak berstatus diblokir, untuk pembayaran pajak tahunan, tidak terdapat tunggakan pajak.

"Jatuh tempo pembayaran pajak sampai dengan 1 bulan, pembayaran pajak dapat dilakukan disemua jaringan mesin ATM bank Lampung 24 jam, dan resi bukti pembayaran pajak via ATM dapat langsung ditukar dengan notice pajak di kantor Samsat terdekat maksimal 14 hari sejak tanggal pembayaran," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR