KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Kabupaten Tanggamus dinyatakan sebagai daerah potensi bencana tsunami tertinggi di Lampung. Hal itu dikarenakan kabupaten ini dilalui oleh 3 sumber potensi bencana tsunami berdasarkan jalur patahan lempeng bumi, Rabu (8/8/2018).

Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Romas Yadi didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekronstuksi Iwan Junianto mengatakan 3 sumber potensi ini meliputi jalur suduksi atau lempeng benua Indo Australia - Eurasia, patahan Bukit Barisan dan ketiga potensi volcano tsunami dari gunung anak Krakatau.



"Sehingga bila terjadi pergeseran di bawah laut maka dapat berpotensi terjadi bencana tsunami," katanya.

Sedangkan untuk bencana gempa bumi, kata dia, maka yang sangat berpotensi berasal dari jalur Bukit Barisan. Di Tanggamus patahan ini bercabang dua, yakni ke wilayah Kecamatan Pematangsawa sampai ke Pulau Belimbing dan cabang ke arah Kecamatan Kotaagung, Limau hingga Kelumbayan.

"Pada 2003 pernah terjadi gempa diantara Kotaagung Timur dan Limau. Gempa ini terjadi sampai puluhan kali sehari dalam kurun waktu 2 bulan. Ini membuktikan bahwa 2 kecamatan itu dilalui jalur dari Bukit Barisan," katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, BPBD Tanggamus telah melaksanakan sejumlah kegiatan guna memimalisir korban bila terjadi bencana. Bagi di daerah padat penduduk seperti di Kecamatan Kotaagung telah dipasangi jalur evakuasi tsunami. Disamping itu juga telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tindakan yang diperlukan ketika bencana.

Secara masif, BPBD Tanggamus juga terus membentuk Desa Tangguh bencana. Hal itu sangat diperlukan guna membantu petugas ketika dalam kondisi genting. Antisipasi lainnya adalah pemasangan sirine peringatan dini jika ada potensi tsunami yang ditempatkan ruang terbuka hijau Ir. Soekarno.

"Kami juga melakukan sosialisasi terhadap para pelajar mengenai bagaimana cara mengamankan diri saat terjadi bencana," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR