BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sekretaris DPD Demokrat Fajrun Najah Ahmad memenuhi panggilan penyidik Polresta Bandar Lampung, pada Selasa (30/4/2019).

Fajar sapaan akrabnya memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi terlapor, soal dugaan tipu gelap yang dilaporkan Namuri Yasir,  dengan nilai kerugian menurut pelapor Rp2,75 miliar.



Fajar dimintai keterangan mulai dari pukul 09.00-12.00 WIB ditemani kuasa hukumnya Handoko dan Yopi.

"Mengklarifikasi atas laporan saja, sesuai panggilan ya datang," ujar Fajar, Selasa (30/4/2019)

Kepada awak media  Fajar membantah laporan yang dituduhkan kepadanya. Namun, ia tak memaparkan secara spesifik bantahannya. Fajar pun belum mengetahui apakah ada panggilan selanjutnya oleh penyidik.

"Ya klarifikasi aja, ya karena memang nggak bener, ya Abang bantah apa yg dituduhkan," katanya.
Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Yudi Chandra membenarkan Pemeriksaan tersebut.
"Iya masih dipanggil saksi, tahap lidik,"katanya.

Sebelumnya,  Fajrun Najah Ahmad, sekretaris DPD Demokrat Lampung, dilaporkan ke Mapolresta Bandar Lampung atas dugaan penipuan.
Informasi yang dihimpun Lampost.co, Fajar dilaporkan atas dugaan penipuan oleh Namuri Yasir, seorang Wiraswasta, warga Labuhan Ratu, Kedaton.Korban diduga mengalami kerugian Rp, 2,75 miliar, karena uang tersebut dipinjam untuk keperluan partai.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR